Beritasumut.com-Berbicara pada Gelar Puspa Sumut 2017 tentang Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H T Erry Nuradi MSi menyatakan turut prihatin. Pasalnya hampir setiap bulan, selalu saja ada laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak masuk ke kepolisian. "Kasus ini masih memenuhi media massa. Yang paling aktual kejadian di Medan, pembunuhan satu keluarga yang di dalamnya ada perempuan dan anak," ujarnya melalui sambutan yang dibacakan Sekdaprovsu H Hasban Ritonga SH, di acara kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dan Dinas PPPA Pemprov Sumut, di Hotel Four Points By Sheraton Medan, Kamis (27/04/2017). Dihadapan Menteri PPPA RI yang diwakili Asisten Deputi Partisipasi Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Drs Fatahillah, Kepala Dinas PPPA Sumut Hj Nurlela SH, Inspirator Pusat dan para aktivis dan pemerhati perlindungan perempuan dan anak, Gubsu mengemukakan atas dasar itu kampanye untuk stop kekerasan perempuan dan anak terus digalakkan. “Konsep three ends itu sangat didukung oleh Pemprov Sumut yakni mengakhiri kekerasan, mengakhiri perdagangan orang, dan mengakhiri kesenjangan ekonomi sebagai bentuk dari kampanye kita untuk stop kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut,” beber Gubsu yang dibacakan Hasban. Selain itu, ditambahkannya, dibutuhkan sinergitas untuk mencari solusi dalam melaksanakan three ends tersebut. Pemprov Sumut pun mendukung dan siap melaksanakan program apa pun yang dihasilkan dari berbagai aksi dan kegiatan termasuk gelar Puspa Sumut 2017 sebagai upaya meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut. “Kami sudah mencoba dengan gerakan sayang keluarga. Jadi jangan heran, sekarang semua pejabat di lingkup Pemprov Sumut harus peduli keluarganya. Kami pikir ini adalah satu upaya dalam kita membuat keluarga harmonis sehingga kekerasan itu tidak terjadi,” pungkasnya. (BS03)