Pulang Umroh, Pasien Perempuan Asal Aceh Suspect Mers-CoV Dirawat Intensif di RSUP Adam Malik

- Kamis, 20 April 2017 20:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/9919_Pulang-Umroh--Pasien-Perempuan-Asal-Aceh-Suspect-Mers-CoV-Dirawat-Intensif-di-RSUP-Adam-Malik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kasubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Masahadat Ginting mengakui jika pihaknya saat ini sedang melakukan perawatan secara intensif terhadap satu orang pasien perempuan asal Kutacane, Aceh Tenggara berinisial F (46). Pasalnya, F diduga (suspect) terserang Middle East Resivatory Syndrom Corona Virus (Mers-CoV).

 

Masahadat mengatakan, F masuk ke rumah sakit pada Selasa (18/04/2017) pukul 04.45 WIB, diantar keluarganya karena mengeluhkan sakit demam tinggi setelah pulang ibadah Umroh pada Senin (17/04/2017) lalu."Saat ini pasien dirawat di Ruang Infeksius RS Adam Malik setelah mendapatkan penanganan dari tim dokter penanggungjawab yaitu dokter spesialis penyakit dalam dan tropik infeksi," katanya kepada wartawan, Kamis (20/04/2017).

 

Masahadat menyebutkan, tim medis sudah melakukan beberapa penanganan kepada pasien. Di antaranya, mengecek darah rutin, foto thorax serta mengambil swab tenggorokan yang pertama pada Rabu (19/04/2017) dan langsung dikirim ke Litbangkes Jakarta."Dari awal, kondisi pasien tidak merasakan sesak di bagian dada. Pasien hanya merasakan demam tinggi pada Senin (17/04/2017). Demamnya hari ini sudah tidak ada lagi," terangnya.

 

Meskipun sudah tidak demam lagi, pasien masih tetap dirawat hingga pemeriksaan hasil swabnya dua kali berikutnya negatif. Pemeriksaan swab akan dilakukan sebanyak tiga kali."Hasil swab yang pertama sudah dikirim. Jadi, tinggal dua kali pemeriksaan swab lagi yang akan dikirim ke Jakarta," sambungnya.

 

Terpisah, Direktur RSUP Haji Adam Malik, Bambang Prabowo menuturkan, pasien pulang umroh dalam kondisi demam lalu datang ke rumah sakit. Menurutnya, saat ini belum bisa dikatakan menderita MERS-CoV karena sedang diobservasi."Memang dirawat di ruang infeksius. Para dokter belum melaporkan ke direksi RS karena memang sedang diobservasi," jelasnya.

 

Sebelumnya, RS vertikal milik Kementerian Kesehatan tersebut juga sempat merawat sebanyak 18 pasien (tujuh laki-laki dan 11 perempuan) suspect MERS-CoV pada 2014. Setelah melihat hasil pemeriksaan swab tenggorokan sebanyak tiga kali, 18 pasien tersebut dinyatakan negatif. Semua pasien hanya terkena suspect MERS-CoV usai pulang melaksanakan ibadah umroh pada Mei dan Juni di tahun yang sama.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut, dr NG Hikmet menambahkan, kalau penyakit yang diderita pasien kemungkinan bukan MERS-CoV."Saat ini pasien sudah membaik kondisinya. Sample untuk pemeriksaan lebih lanjut sudah dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Peristiwa

Hadiah Umroh Pelindo Ramadan Fest 2026 Berangkatkan Dua Orang

Peristiwa

Hadapi Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tingkatkan Kompetensi Operator SPBU di Aceh

Peristiwa

Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut-Pemkot Banda Aceh Lakukan Pengawasan Takaran BBM dan LPG

Peristiwa

Pengurus KADIN Medan Salurkan Bantuan Sosial ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Peristiwa

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah