Beritasumut.com-Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terlihat tidak kondusif. Pasalnya saat penyampaian materi pembangunan oleh salah satu sumber, sebagian besar seribuan peserta yang hadir justru berbincang kelompok. Mereka sibuk membicarakan hal laib diluar kegiatan layaknya obrolan di warung kopi. Pantauan wartawan pada kegiatan Musrenbang di Hotel Santika Medan, Selasa (18/04/2017), suara dari pemateri yang disampaikan kalah kuat dengan riuh suara peserta Musrenbang yang berbincang di meja masing-masing. Sehingga apa yang disampaikan sangat kecil kemungkinan dapat dipahami dengan kondisi yang 'ribut' tersebut. Sementara sebagian lainnya, juga terlihat sibuk memainkan alat komunikasi masing-masing. Hanya sebagian kecil yang terlihat memperhatikan materi dimaksud. Seorang pengunjung bernama Muktar mengaku kondisi ini membuat pengunjung yang lain merasa tidak bisa mengikuti kegiatan Musrenbang yang merupakan perencanaan pembangunan di Sumatera Utara. "Suasananya sangat tidak kondusif, pesertanya tidak tertib, semua justru musyawarah masing-masing di mejanya, jadi bingung mana yang mau didengar," ujarnya. Dirinya juga merasa kesal, karena seolah rencana pembangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat, disusun dengan kurang serius. Sebab, untuk perencanaan diperlukan keseriusan dari pemerintah. Sehingga ketika para Aparatur Sipil Negara (ASN) saja tidak tertib, maka akan sulit untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. Selain itu, kekesalan juga disampaikan salah satu undangan bernama Irwan yang mengaku hadir bersama dengan rekan lainnya dari satu lembaga bentukan pemerintah. Dirinya dan ratusan orang lainnya yang berada di dalam convention hall hotel tersebut terpaksa berdiri karena tidak ada kursi yang tersedia lagi. Padahal harusnya, ada batasan dan ketentuan dari pantitia. "Kalau r, panitianya tidak siap. Bagaimana Musrenbang begini, jadi seperti pasar saja. Ada yang duduk di kursi, ada yang duduk di lantai, ada yang berdiri karena tidak dapat tempat duduk," katanya. Dirinya mengaku pesimis, dengan perencanaan yang dilakukan melalui Musrenbang akan berjalan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena, aparatus yang harusnya menjadi contoh baik, justru menunjukkan sikap yang kurang tertib, padahal kehadiran mereka merupakan tugas kedinasan masing-masing daerah se-Sumut.(BS03)