Beritasumut.com-Pembunuhan sadis Riyanto sekeluarga, warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada Minggu (09/04/2017) dinihari lalu, ternyata sudah direncanakan sejak dua hari sebelumnya, Jumat (07/04/2017), oleh Andi Lala. Sebelumnya, beberapa tahun silam, Andi Lala juga pernah terlibat pembunuhan terhadap Suherwan.Menurut Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memamerkan para tersangka dan barang bukti kepada wartawan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (17/04/2017), kasus tersebut berlatar belakang perselingkuhan istri Andi Lala yakni Reni Safitri. Perselingkuhan itu diketahui Andi Lala dan diakui Reni. Kepada suaminya, Reni mengaku telah melakukan hubungan intim layaknya suami-istri sebanyak empat kali dengan Suherwan. Dua dilakukan di rumah Andi Lala, dua lainnya dilakukan di kebun ubi Perbaungan, Sergai. Karena dendam, Andi Lala memerintahkan istrinya, Reni Safitri untuk mengundang Suherwan datang ke rumah pelaku. "Saat itu, tersangka Ivan sudah ada di rumah pelaku. Di rumah pelaku sudah ada tiga orang, Andi Lala dan istrinya serta Irfan alias Efan (33). Sesampainya di rumah pelaku, Suherwan langsung dihantam pakai alu dan tewas. Alu itu masih dipakainya sampai sekarang. Ini pintar, dihabisinya waktu warga sedang Shalat Tarawih. Saat itu pas bulan puasa (Ramadhan)," bebernya. Suherwan tewas setelah dipukul empat kali di bagian kepala. "Setelah itu, mayat korban diangkat Andi Lala dibantu istrinya Reni Safitri diletakkan di bak mobil pick-up milik tersangka dibawa ke simpang Jalan Desa Pagar Jati, Lubukpakam, lalu dibuang ke dalam parit. Setelah itu, istrinya Reni Safitri membawa kereta korban Honda Vario BK 4749 XAI bersama suaminya Andi Lala yang juga mengendarai kereta Vario miliknya menuju lokasi pembuangan mayat Suherman. Sesampainya di lokasi, Andi Lala alias Andi Matalata yang menceburkan kereta korban ke dalam parit. "Pelaku berpikiran, supaya tewasnya korban dianggap karena kecelakaan. Namun dari hasil penyelidikan, ditemukan kejanggalan. Dari situ diselidiki, kemudian disimpulkan telah terjadi pembunuhan," pungkas Rycko. (BS04)