Beritasumut.com-Dua Kepala Daerah yaitu Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi dan Bupati Labuhanbatu Utara H Khairuddinsyah Sitorus SE secara bersamaan turut menghadiri kegiatan pelepasan suluk 10 hari jamaah Tariqat Naqsabandiyah dan silaturrahmi antar jemaah se-Labuhanbatu Raya di Masjid Ar Rahman Tapian Nauli Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, pertengahan pekan ini. “Mengingat sekarang kelakuan masyarakat Indonesia khususnya Labuhanbatu terhadap Narkoba, maka harapan saya melalui orang-orang tua saya supaya berjihat untuk menyuarakan kepada saudara-saudara kita untuk menjauhi Narkoba," ungkap Pangonal dalam arahannya seperti dilansir dari laman resmi labuhanbatu.go.id, Jumat (14/04/2017). Di sisi lain, Bupati jebolan pesantren ini berjanji akan memberi bantuan terhadap kegiatan suluk."Kalau ada kegiatan persulukan di daerah ini, ijinkan kami memberikan infaq atau bantuan untuk kebutuhan berasnya segera hubungi kami, niat itu akan saya laksanakan selama saya menjadi Bupati Labuhanbatu.Kemudian saya akan perintahkan petugas kesehatan untuk memperhatikan kesehatan bapak ibu peserta suluk kalau ada lagi kegiatan persulukan dilaksanakan.Selain itu untuk kebutuhan persulukan apakah itu untuk membangun menara atau membeli AC, secara pribadi saya bantu Rp 75 juta," sebut Pangonal. Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddinsyah menambahkan jika Tariqat Naqsabandiyah termasuk yang mendoakan dirinya sehingga bisa duduk menjadi Bupati dua periode di Labuhanbatu Utara.Dia mengharapkan agar semua warga bersatu dalam Tariqat Naqsabandiyah.“Kita mau Tariqat Naqsabandiyah ini bersatu dan harus kita ayomi dan saya sepakat dengan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap tentang hal ini," jelasnya. Tuan Guru/Syekh H Endar Ritonga selaku Pembina Persulukan Ar Rahman Sigambal pada kesempatan itu mengatakan, sebagai ummat islam yang beriman diajurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah agar jangan tersesat di jalan untuk menuju ke sorga."Tujuan saya membuat acara yang seperti ini supaya kita saling mengenal di antara kita penganut islam di Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Induk dan Labusel, kadang-kadang kita tidak kenal sehingga tidak ada sayang.Tak Kenal Maka Tak Sayang," ungkap Endar.(BS02)