Beritasumut.com-Aksi demo yang semakin anarkis, membuat petugas keamanan dari Polres Binjai dan Brimob Detasemen A Polda Sumut, bertindak tegas dan membubarkan paksa para pendemo. Sejumlah pendemo menjadi korban tembakan dan gas air mata, sedangkan pendemo yang diduga sebagai propokator berhasil diamankan petugas. Unjuk rasa ratusan pedagang Kota Binjai ini berlangsung ricuh. Ratusan masa mencoba mendobrak pagar kantor Walikota Binjai. Satuan petugas dari Polres Binjai dan Brimob Detasemen A Polda Sumatera Utara yang berjaga dilokasi langsung mengambil tindakan dan mencoba membubarkan masa. Masa yang tidak terima dengan perlakukan petugas mencoba melakukan perlawanan. Masa yang emosi semakin brutal dan menyandera satu unit mobil pick up yang membawa barang elektronik, masa juga menjarah seluruh barang bawaan pengemudi mobil. Petugas yang melihat aksi keberutalan masa mengeluarkan tembakan peringatan, namun masa terus semakin berutal dan akhirnya petugas menembak masa yang dianggap sebagai provokator dalam aksi ini. Akibatnya, sejumlah pengunjuk rasa mengalami luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Aksi masa akhirnya bubar setelah dua unit mobil water canon milik Brimob Binjai dan ratusan petugas Brimob melerai masa. Walikota Binjai, Muahammad Idaham menyatakan bahwa aksi ini bukan sungguhan terjadi, namun merupakan hanya sebuah simulasi.“Ini merupakan aksi simulasi yang dilakukan pihak Brimob Binjai bekerja sama dengan Polres Binjai, Pemko Binjai, PMI Binjai dan BPBD Binjai serta Kodim 0203/Langkat,” ungkapnya. “Aksi yang di laksanakan ini bertujuan untuk melatih seluruh personil dalam sistem pengamanan Kota, apa bila hal seperti ini terjadi di Kota Binjai,” sambungnya.(BS08)