Beritasumut.com-Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) berada di Dataran Tinggi Bukit Barisan dengan ketinggian 300-2.200 m di atas permukaan laut, dengan topografi dan konten tanah yang beraneka ragam, yaitu datar, landai, miring dan terjal. Struktur tanahnya lebih labil dan berada pada wilayah gempa tektonik dan vulkanik. Ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran rumah atau lahan hutan, angin puting beliung dan gempa mungkin saja dapat terjadi. Namun dengan pemahaman dan manajemen bencana yang benar kita dapat meminimalkan kerugian akibat bencana tersebut. Hal ini dikatakan Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt Sekdakab Tobasa Drs Arifin Silaen pada pembukaan Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kabupaten Toba Samosir di Balai Data, pertengahan pekan kemarin. "Tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih memiliki tantangan antara lain masih rendahnya SDM aparatur, kesadaran masyarakat terhadap resiko bencana ,dan minimnya pemahaman kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar Bupati dilansir dari laman resmi tobasamosirkab.go.id, Minggu (02/04/2017). Tampil sebagai narasumber yaitu Hendrik Saragi SE Msi Kasubbid Pemberdayaan Masyarakat dan Rosmaniar SPsi Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Propinsi Sumatera Utara.Selain itu juga Kapos Basarnas Danau Toba Torang M Hutahaean dan petugas BMKG di Parapat.(BS02)