Beritasumut.com-Seorang nenek bernama Roslina L Boru Sinambela (56), warga Jalan Pintu Air, Gang Rel, Kelurahan Siderejo I, Kecamatan Medan Kota nyaris diamuk oleh warga di Simpang Limun.Kabar hoax soal penculikan anak belakangan ini sepertinya benar-benar membuat warga ketakutan. Hingga orang berbuat baik pun disalah sangka. Itu jugalah yang dialami oleh Nek Sinambela, niat baiknya dengan memberi uang jajan kepada dua orang bocah disalah artikan oleh warga. Nek Sinambela dikira ingin menculik anak. Kasus ini berawal saat Nek Sinambela memberikan uang sebesar Rp 5 ribu di dalam amplop kepada dua bocah, Romantri Boru Sinaga (11) dan Natalia Borus Sinaga (10), anak dari Hotma Boru Hutabarat (38), warga Jalan Seksama, Gang Pardamean I, Medan Amplas di Jalan Kemiri, Simpang Limun, Medan, Kamis petang (30/03/2017). Saat kejadian, kedua bocah itu sedang berjualan kantong plastik di Pajak Simpang Limun. Nek Sinambela yang melihat keduanya lalu memberikan uang Rp 5 ribu. Setelah diberi uang, keduanya mendatangi ibunya yang juga ada di pajak itu.Seorang penjual rokok yang ada di dekat mereka pun curiga, dan mengatakan kemungkinan nenek itu penculik anak. Terprovokasi ucapan tukang rokok itu, warga pun beramai-ramai mendatangi Nek Sinambela yang masih belanja. Oleh warga, Nek Sinambela lalu dibawa ke Kantor Lurah Sidorejo I. Pihak kelurahan lalu menelepon petugas Babinkamtibmas Polsek Medan Kota, Bripka Eva. Akhirnya Nek Sinambela, kedua bocah itu dan ibunya dibawa ke mapolsek. Petugas kemudian memangil suami Nek Sinambela, Drs Jaherdin Nainggolan (63) dan tetangganya, Kalben Simanjuntak serta kepling setempat, Jusro Hubert Valentino Togatorop.Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Nek Sinambela hanya memberikan uang kepada kedua bocah itu. Menurut suaminya dan diperkuat oleh keterangan tetangganya, Nek Sinambela memang sering bingung dan suka memberi uang kepada anak anak yang dimasukkan ke dalam amplop.(BS04)