Beritasumut.com-Korbinmas Baharkam Polri mengaku prihatin dengan peredaran gelap narkoba di Indonesia. Anggota Rorenmin Baharkam Polri, AKP Bambang Askar Sodiq SH bahkan mengingatkan bahwa Negara Indonesia saat ini berada dalam keadaan darurat narkoba. Keadaan itu, menurutnya, sebanding dengan kejadian Perang Candu di Tiongkok antara Inggris versus China. Di mana masyarakat Tiongkok jadi mudah ditaklukkan oleh Inggris karena masyarakatnya dicekoki candu atau opium. Sehingga rakyat Tiongkok lemah dan tak berdaya menghadapi gempuran Inggris. “Keadaan semacam ini hampir sama dengan kondisi Indonesia saat ini. Narkoba menyasar ke semua aspek kehidupan di masyarakat Indonesia. Dari kota sampai desa, dari masyarakat biasa sampai aparat Pemerintah, tersandung kasus Narkoba,” kata AKP Bambang Askar Sodiq dilansir dari laman resmi tribratanews.com, Rabu (29/03/2017). Kasus terbaru, pedangdut Ridho Roma yang terjerat kasus narkotika jenis sabu dan telah diamankan Polisi, menurut AKP Bambang Askar Sodiq, membuktikan bahwa narkoba juga tidak mengenal profiling orang.“Baik itu pejabat, publik figur, semua bisa menjadi korban kejamnya narkoba,” katanya. Peredaran gelap narkoba semakin marak, korban juga banyak berjatuhan, namun AKP Bambang Askar Sodiq mengingatkan semua pihak agar berhati-hati mengidentifikasi siapa pelakunya. Termasuk informasi invasi Negara China dalam bisnis narkoba sebagai strategi menghancurkan Indonesia, yang banyak beredar di media sosial. “Info tersebut belum tentu benar. Karena jangan sampai kita terjebak dengan informasi yang beredar di dunia maya. Makanya, pesan dari kami harus ‘Baca, Tanya, Crosscheck, dan Laporkan’,” ungkapnya mengingatkan agar semua pihak bijak menyerap setiap informasi yang beredar di medsos. Ia berdoa, jangan sampai 'badai tsunami' narkoba 'menggulung' Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Mari bersama katakan ‘Tidak’ pada Narkoba,” ajak AKP Bambang Askar Sodiq.(BS04)