Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mewakili Presiden RI Joko Widodo menyampaikan sambutan pada upacara Tawur Agung Kesanga Nasional yang digelar di Pelataran Candi Prambanan.Di hadapan ribuan masyarakat Hindu, Menag berharap perayaan Nyepi tidak hanya menjadi ritual semata, tetapi sekaligus momentum menyelami jejak sejarah lahirnya kearifan-kearifan masa lalu para pendiri bangsa, termasuk para mahakawi melalui karya sastranya. Menurutnya, Tawur Agung Kesanga tidak hanya dimaknai sebagai upacara Bhuta Yadnya, tetapi juga diambil maknanya sebagai penuntun moralitas dalam memperkuat bhakti dan sradha. "Melalui pengorbanan berupa caru kepada alam semesta, upacara Tawur Agung Kesanga diharapkan memberikan spirit baru bagi umat Hindu untuk memberikan penghargaan kepada alam, sekaligus pada saat bersamaan menghargai setiap pemberian alam untuk dijadikan media berkarma yang baik dalam kehidupan," kata Menag dilansir dari laman resmi kemenag.go.id, Senin (27/03/2017). Sementara itu, Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Wagub Sri Paduka Paku Alam X menegaskan kegiatan keagamaan seperti yang dilakukan umat Hindu saat momentum Nyepi dapat dipetik mutiara kehidupan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. "Tawur Agung Kesanga penting untuk menyeimbangkan dan melepaskan sifat-sifat serakah manusia," kata Gubernur yang berpesan agar umat Hindu dapat berusaha mengendalikan diri agar tetap tenang jalani kehidupan. Sebelumnya, Ketua Panitia Irjen Pol Ketut Yoga menyatakan umat Hindu merasa bahagia atas perkenan Menag datang di Candi Prambanan. "Kehadiran Menag memberi inspirasi bagi kami untuk meningkatkan toleransi keagamaan," ujarnya. Menurutnya, Tawur Agung Kesanga dilaksanakan dengan maksud untuk menyucikan alam agar tetap lestari. "Mari kita jadikan Catur Brata untuk Menjaga Keutuhan NKRI," ungkap Ketut sembari menyebut umat Hindu telah melaksanakan beberapa program antara lain bakti sosial, dialog lintas agama, penyuluhan narkoba, upacara Melasti, dan sebagainya.(BS02)