Beritasumut.com-Dua dari empat bayi kembar pasangan suami isteri (pasutri) Zainedi Syahputra (34) dan Silvia Arlin (33) akhirnya diperbolehkan pulang usai mendapat penanganan intensif selama 11 hari di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Sabtu (25/03/2017). Kedua bayi berjenis kelamin laki-laki itu sudah mampu minum susu melalui botol dot dan menghabiskannya sesuai kebutuhan. Selain itu, berat badan bayi bernama Imam Al Rasyid dan Muhammad Azka sudah mencapai 1.800 gram, dari sebelumnya hanya berbobot 1.650 gram dan 1.765 gram."Namun bayi ketiga dan keempat ini tetap butuh dipantau perkembangannya. Kita lihat dua minggu ke depan, kami juga memantau pendengarannya, imunisasinya juga harus lengkap," ungkap Dokter King Chandra SpA (Perinatologi). Chandra menyampaikan, kondisi keempat bayi sebetulnya sehat dan stabil, tidak ada hal-hal khusus yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja bayi pertama dan kedua berjenis kelamin perempuan belum mampu mengisap dan menghabiskan susu melalui botol dot.Keduanya dibantu selang untuk mengalirkan susu ke dalam mulutnya. Berat badan bayi perempuan bernama Raline Sakinah dan Inayah Sakinah masing-masing 1.700 gram dan 1.530 gram. "Lambung keempatnya sudah mampu mengolah susu dengan baik. Buang air besar juga bagus. Karena mereka lahir prematur, kita tetap latih kemampuannya agar seperti anak lahir matur (matang)," ungkap Chandra sembari menerangkan jika keempatnya tidak memerlukan infus lagi, perkembangan jantung, paru, dan ususnya juga hampir seperti anak yang lahir normal. Sementara itu, Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG (K) FICS (OBGYN) dan dr Rasyidah SpA menambahkan, dengan bertambahnya usia bayi kembar empat ini, mereka berharap refleks menelan, mengisap dan pematangan di seluruh fungsi tubuhnya terus tumbuh. Pihaknya akan mengizinkan bayi tersebut pulang ketika berat badan 1.800 gram, kemungkinan seminggu sampai 10 hari ke depan. "Dua bayi lainnya masih tetap di inkubator. Bayi ini proses evaporasinya cepat jadi tetap kita jaga suhunya di 37 derajat celcius. Jika sudah memenuhi kriteria, keduanya diizinkan pulang," paparnya. Silvia, selaku orangtua keempat bayi tersebut mengaku sangat bahagia putranya telah diizinkan pulang. Ia akan fokus mengurus dan memberikan air susu ibu (ASI) kepada keempat bayinya"Keluarga besar akan bantu mengrus. Kami masih belum kepikiran menggunakan jasa baby sitter. Dua bayi lainnya yang masih di RS akan dipantau rutin oleh suami," jelasnya. Zainedi, sang suami menambahkan, terkait biaya yang selama ini dicemaskan, ia dan istri mengaku banyak dibantu jajaran kepolisian. Mulai dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolres Binjai, Deliserdang dan juga Langkat."Jadi jajaran kepolisian sudah bantu. Karena kemarin pun saya sempat berkeluh kesah dengan atasan saya (Kapolres Binjai) terkait biaya kelahiran bayi kembar empat ini," ungkapnya. Direktur RSIA Stella Maris Dr Iskandar Candra MKes melalui Humas, Halinah menambahkan, pihaknya telah membantu biaya rumah sakit untuk orangtua bayi kembar empat itu. Di antaranya memberikan potongan-potongan harga dalam perawatan bayi tersebut."Biaya bayi kembar empat memang besar. Dari manajemen dan dokter ingin sekali bisa membantu di sini. Kami memberikan bantuan biaya bayi ini sehingga bisa tumbuh dengan sehat," pungkasnya. (BS03)