Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri pem-bukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jami’yah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren tertua di Sumut, Musthafawiyah, di Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (25/03/2017). Turut mendampingi Presiden, Ibu Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Hadir juga sejumlah kabupaten/kota di Sumut dan tuan rumah, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution. Albiner Sitompul selaku Ketua Panitia Silatnas JBMI yang pertama ini menyampaikan bahwa Silatnas bukan hanya diisi narasumber (narsum) ulama Islam, namun juga dari pemimpin umat agama lainnya. Dalam sambutannya, Albiner memperkenalkan beberapa narasumber ini, antara lain Pendeta dari Katolik dan Protestan serta pemuka agama Budha. Menurut Albiner, bangsa Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa yang majemuk dan memasuki milenium ketiga, tantangan terhadap kemajemukan tersebut semakin besar. “Oleh karenanya JBMI mengangkat tema Indonesia Martaniang (berdoa) dalam kesepakatan terhadap perbedaan, kebersamaan dan persaudaraan menuju Indonesia Gemilang,” kata Albiner. “Silatnas ini dikaitkan dengan peresmian Tugu Nol Kilometer Peradaban Islam Nusantara, merupakan kajian dari ahli sejarah antropologi, arkeologi. Kami akan terus menyempurnakan dan melakukan perawatan sehingga dapat dimiliki dan dirasakan oleh bangsa Indonesia bahkan dunia,” tambahnya. Pondok pesantren Mustofhawiyah merupakan salah satu pesantren tertua di Pulau Sumatera dengan usia sekitar satu abad dan telah banyak mencetak banyak ulama di Indonesia. Ponpes Musthafawiyah yang lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada 12 November 1912 oleh Syeikh Musthafa. Awalnya pesantren ini didirikan di Desa Tanobato, Kabupaten Madina. Karena Tanobato dilanda banjir pada 1915 maka pondok Pesantren Musthafhwiyah dipindahkan oleh pendirinya ke Desa Purba Baru hingga saat ini.(BS03)