Beritasumut.com-Dalam kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi makam Mahligai di Desa Daka, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapteng, Jumat(24/03/2017) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengaku pernah memanjatkan doa bersama 25 Duta Besar (Dubes) saat menziarahi makam tua dan bersejarah tersebut sekitar dua tahun yang lalu.Saat itu doa dipimpin Dubes Irak untuk Indonesia Mr Abdullah Hasan Saleh. Ke-25 Dubes dan perwakilan negara shabat yang dipimpin Dubes Kehormatan Negara Seychelles, Nico Barito, dalam rangkaian memeringati HUT Kabupaten Tapteng ke-70 yakni Algeria, Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Kroasia, Irak, Jordan, Kazakhstan, Laos, Libya, Myanmar, Pakistan, Palestina, Polandia, Saudi Arabia, Sudan, Suriname, Turki, Uni Emirath Arab, Ukrania, Uzbekistan, Yaman, Afghanistan dan Seychelles. Gubsu berharap potensi wisata religius di Barus mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara di Sumatera Utara ke depan.Barus dahulu kala memiliki pelabuhan besar dan terkenal hingga ke Timur Tengah dan Eropa sebagai penghasil kapur barus dan rempah-rempah. Dengan berkembangnya daerah Barus, sejumlah saudagar datang kemudian mengembangkan agama Islam. “Sejarah perkembangan agama Islam ini memiliki arti penting bagi Indonesia, khususnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Begitu juga bagi dunia internasional. Sejumlah arkeolog sempat melakukan penelitian secara mendalam guna mengungkap sejarah keberadaan makam tua di kawasan Barus,” sebut Erry. Tidak hanya Makam Mahligai, Tapteng juga memiliki sejumlah lokasi wisata religi lain, di antaranya komplek makam kuno Papan Tinggi di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, sekitar berjarak 3 kilometer dari Makam Mahligai. Makam Papan Tinggi juga berada di puncak bukit, berada diketinggian sekitar 200 mdpl. Untuk sampai ke komplek kuburan tua Papan Tinggi, wajib menaiki 710 anak tangga atau setinggi 145 meter. Tidak kalah menarik adalah keberadaan Makam Tuan Syekh Maqdum yang berada di Desa Bukit Patumpangan, makam Tuan Syekh Ambar di Desa Panangahan dan keberadaan makam Tuan Syekh Ibarim Syah atau Syekh Batu Badan di Simpang Tiga Desa Patumpangan. Tuan Ibrahim Syah merupakan raja perama di Barus yang mangkat pada tahu 825 Hijriah. “Tapteng kaya akan lokasi wisata. Destinasi wisata unggulan Tapteng adalah wisata religi dan wisata maritim atau kelautan. Keduanyamemiliki potensi besar dalam menarik minat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” pungkasnya. (BS03)