Jurnalis INews TV Nyaris Dibunuh Preman Usai Beritakan Lahan dan Gudang Semen Ilegal di Jalan H Anif

- Jumat, 24 Maret 2017 19:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/5909_Jurnalis-INews-TV-Nyaris-Dibunuh-Preman-Usai-Beritakan-Lahan-dan-Gudang-Semen-Ilegal-di-Jalan-H-Anif.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS04
Beritasumut.com-Memberitakan keberadaan gudang semen ilegal yang tidak jauh dari kediamannya, Adi Palapa Harahap (40), jurnalis I-News TV Biro Medan nyaris dibunuh sekelompok preman yang diduga merupakan orang suruhan S, pemilik gudang semen ilegal di Jalan H Anif, Kamis (23/03/2017) malam kemarin, sekitar jam 22.00 WIB.

 

"Kejadiannya tadi malam, itu sekitar jam 10 malam. Di rumahku, di Pasar III, Mabar Hilir. Jadi ada yang ngetok pintu, kubukakan pintunya. Ada belasanlah orangnya, ada oknum polisi dari Polda Sumut, ada TNI dari marinir. Kupersilakan masuk, terus orang itu bilang, ayok ke mobil." 

 

"Aku nggak mau, untuk apa di mobil, kalau mau ngomong kan bisa di rumah. Nggak senang orang itu, ditariknya bajuku, sampai copot semua kancing bajuku. Habis itu, dipukuli aku. Ini bibirku, hidung, mata bengkak-bengkak dipukuli. Aku melawan, ini dadaku juga kena pukul orang itu," papar Adi kepada wartawan di sela-sela membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Jumat (24/03/2017).

 

Disebutkannya, dari belasan preman suruhan S, pemilik gudang semen ilegal tersebut, hanya tiga orang yang memukulinya. "Belasan orangnya, yang mukuli aku tiga orang. Kenal aku sama orang-orang itu, ada dari polisi Polda Sumut ini ada marinir. Aku melawan, aku teriak minta tolong. Datang warga, barulah orang itu pergi naik mobil orang itu," bebernya.

 

Dia menambahkan, bila saja dia mau diajak masuk ke mobil para preman itu, alamat akan tewaslah dia. "Kalau mau aku masuk ke mobil orang itu, mungkin sudah hilang aku. Makanya aku melawan, teriak minta tolong. Sakit juga dipukuli," tuturnya lagi.

 

Dia menduga, aksi para preman bayaran itu dilatarbelakangi pemberitaan yang dibuatnya, terkait keberadaan gudang semen ilegal yang tidak jauh dari kediamannya."Jadi itu di belakang rumahku, aku tahu betul kasus itu. Kan ada dua kasus itu, soal penyerobotan lahan yang dilakukan Sitorus, terus ada juga gudang semen ilegal punya Silaen. Di beritaku pun nggak kubuat nama aslinya, hanya pakai inisial. Jadi ada lahan Badan Perjuangan Rakyat Penungu Indonesia (BPRPI) diserobot sama Sitorus ini. Dan ternyata lahan itu dijual ke pemilik gudang semen itu, si Silaen. Itu yang kuberitakan," terangnya.

 

Sementara Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan ketika ditanya wartawan terkait kasus penganiayaan terhadap wartawan INews TV yang melibatkan oknum polisi yang bertugas di Polda Sumut, menyarankan agar korban melaporkan kasus itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut untuk ditindaklanjuti.

 

"Silakan saja lappor ke Propam. Nanti akan diperiksa oleh Bid Propam. Kalau dari hasil pemeriksaan ada pelanggarannya, tentu akan diambil tindakan terhadap anggota tersebut," jawabnya.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kolaborasi Bank Sumut dan Media Kunci Pembangunan Daerah yang Berkah

Peristiwa

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Peristiwa

Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati

Peristiwa

Lanjutkan Program UHC-JKMB, Rico Waas Apresiasi Lomba Karya Tulis Jurnalis KoJAM

Peristiwa

Ketua DPRD Sumut Ajak KoJAM Kolaborasi Pemberitaan dan Kritik Membangun

Peristiwa

Satpol PP Medan Ajak Wartawan Jadi Sumber Informasi