Hariadi Nekat Mengakhiri Hidupnya di Pohon Rambutan

Herman - Kamis, 23 Maret 2017 10:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/1018_Hariadi-Nekat-Mengakhiri-Hidupnya-di-Pohon-Rambutan-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Hariadi Ketaren (21), warga Pasar III Tandam, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon rambutan yang berada di depan rumah kakaknya, Wati (46), warga Dusun V, Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (24/03/2017)

 

Informasi diperoleh, orang yang pertama kali melihat korban tewas tergantung yakni Sari (24) warga Sei Skala, Desa Sei Limbat. Dimana Sari bermaksud untuk berangkat kerja. Namun saat melintas di dekat pohon rambutan tersebut, dirinya melihat ada orang tergantung. Spontan Sari menjerit karena terkejut hingga membuat warga sekitar menjadi terkejut dan mengundang perhatian warga untuk mengatahui kejadian itu.

 

Ketika warga berdatangan ternyata ada mayat tergantung di pohon rambutan dan diketahui bahwa mayat yang tergantung tersebut adalah Hariadi adik dari Wati. Dan pagi itu juga kasus gantung diri ini dilaporkan kepada pihak Polsek Selesai.

 

Setibanya polisi di lokasi kejadian, petugas Polsek Selesai melakukan pengecekan olah TKP dan mengambil keterangan dari beberapa saksi. Lalu korban diturunkan dan membawa mayatnya ke rumah sakit untuk divisum.

 

Warga di sekitaran jiran tetangga kakaknya itu, mengatakan, kalau korban sering datang ke rumah kakaknya. Dan setiap kedatangan korban selalu dinasehati oleh kakaknya Wati, karena banyak warga di sana, mengatakan korban sering mamakai narkoba.

 

“Hariadi Ketaren ini sering datang ke rumah kakaknya dan setiap datang korban selalu dinasehati oleh kakaknya agar tidak menggunakan narkoba,” kata warga yang tidak bersedia dituliskan namananya.

 

Sementara itu, malam sebelum kejadian gantung diri,  korban dinasehati oleh kakaknya agar tidak mamakai narkoba, namun tiba-tiba pagi harinya korban ditemukan sudah tewas gantung diri. “Sebelum kejadian gantung diri, malamnya juga korban dinasehati oleh kakaknya agar tidak memakai narkoba namun paginya korban ditemukan seudah menjadi mayat," sambung warga.

 

Korban selama ini tinggal dirumah orang tuanya yang ada di Tandem. Untuk membiayi hidupnya sendiri,  korban bekerja sebagai pengamen. Setiap mengunjungi rumah kakaknya, korban kerap minta uang jajan. Namun kedatangan yang terakhir ini korban bukan diberi uang melainkan mendapatkan nasehat dari kakaknya.  Diduga  hal inilah yang membuat korban nekat gantung diri.

 

Kapolsek Selesai AKP Junaidi, saat di konfirmasi, membenarkan adanya kejadian gantung diri di wilayah hukum Polsek Selesai. Dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

 

“Informasi yang kami terima korban gantung diri adalah seorang pemakai narkoba. Sebelum ditemukan gantung diri, korban berkunjung ke rumah kakaknya dan sempatdi nasehati, korban sudah kita serahkan ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan," jelas Kapolsek Selesai.(BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Penyebab Kematian Mahira Disimpulkan Bunuh Diri

Peristiwa

Bakamla RI Kerahkan Personel Bantu Tim SAR Cari Korban Bunuh Diri

Peristiwa

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Lompat dari Ruko

Peristiwa

Kapolrestabes Medan : Tingkatkan Kewaspadaan dan Penjagaan

Peristiwa

Pasca Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polda Sumut Minta Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa

Kapolri: Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Terafiliasi JAD