Beritasumut.com-Bangkit Sitepu meminta kepada seluruh pengungsi erupsi Gunung Sinabung untuk memanfaatkan areal yang sudah disediakan oleh Pemerintah Karo ketimbang menggarap lahan sendiri yang berdekatan dengan Gunung Sinabung. Sebab hal ini menurutnya penting, demi keselamatan masyarakat sendiri. “Tentunya jika pemerintah sudah menyediakan tempat, saya kira itulah memang tempatnya. Jangan lagi pengungsi meminta sana-sini,” ungkap Bangkit juga Anggota Komisi B DPRD Medan, Rabu (22/03/2017). Bangkit menjelaskan, Pemerintah Tanah Karo sudah menyediakan tanah yang bisa digunakan para pengungsi untuk berladang khususnya di Desa Limau Bunga, Kecamatan Mardinding. Tapi ternyata sebutnya, masih saja ada masyarakat yang tetap mau mendekat dengan Gunung Sinabung untuk tinggalnya. “Kalau tidak dari sekarang harus berusaha kedepannya juga akan susah. Tidak mungkin pemerintah selalu memberikan makanan kepada pengungsi, karena sudah disediakan lahan dan tempat, tapi kenapa tidak mau,” jelasnya. Oleh karenanya, politisi Hanura ini menekankan kepada masyarakat Karo bahwa Pemerintah Karo tentunya tidak akan sampai merugikan rakyatnya sendiri. Pasti menurut dia, pemerintah akan memperhatikan rakyat.“Tolong yang sudah disediakan lahan agar dimanfaatkan. Sebab jika masyarakat kembali mendekati Gunung Sinabung akan berbahaya bagi masyarakat itu sendiri,” tegasnya. Di sana, lanjut Bangkit, dengan mendekati Gunung Sinabung, tidak akan mungkin meski ada ladang pertanian milik warga di sana. Karena Sinabung sering erupsi dan tidak diketahui pula kapan datangnya erupsi itu."Ada daerah yang disediakan tapi tidak mau ke sana. Jangan dibilang jauh, jika lahan bagus fasilitas lengkap jadi tidak ada masalah. Jika cerita jauh, dulu waktu zaman Belanda, di hutan saja orangtua kita mengungsi makan tidak makan, tapi tak masalah,” ujarnya. Namun Bangkit mengaku jika dirinya tidak menilai masyarakat manja. Ia berpendapat hal itu mungkin dikarenakan kejenuhan, sehingga pikiran masyarakat pengungsi menjadi buntu.“Kalau mau kembali ke rumah untuk melihat situasi dan ladang silahkan saja. Hanya saja jika terus menerus bolak-balik lalu mau makan apa?, kan ini persoalannya. Selain mereka menempuh bahaya jika kembali ke rumah. Kita tidak tahu kapan erupsi sinabung ini, karena gunung yang saya tahu di Indonesia ini yang paling lama tidak selesai-selesai erupsinya,” pungkasnya. (BS03)