Beritasumut.com-Ketua Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI) Sumut, M Rifai Tanjung mendesak polisi untuk bersikap profesional dalam penuntasan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Labuhanbatu, Asrarul Hayat Nasution. "Kita minta polisi profesional saja dalam menangani kasus itu, jangan nanti di belakangnya ada apa-apa? Alasan inilah, itulah. Tuntaskan pemeriksaannya, jangan mau diintervensi," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (16/03/2017). Rifai meminta agar polisi berani mengungkap kasus itu secara terang benderang. Hal ini sekaitan dengan adanya indikasi keterlibatan banyak pihak, sampai pada petinggi di Pemkab Labuhan Batu. "Kita minta semua yang terlibat dipanggil dan diperiksa, jangan pandang bulu. Kalau pimpinan dan Pemkab-nya terlibat, ya diperiksa saja," jelasnya. Seperti diketahui, Asrarul Hayat Nasution terjaring OTT Tim Polres Labuhanbatu bersama Satgas Saber Pungli Provsu pada Kamis (09/03/2017) malam lalu. Plt Kadis Kesehatan itu dibekuk langsung dari kediamannya di Jalan Kancil, No.6, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan. OTT itu sendiri terkait indikasi pemerasan terhadap tujuh bidan PTT yang akan diangkat menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). AHN dibekuk sesaat menerima gratifikasi dari salah seorang bidan PTT. Dalam praktiknya, Asrarul Hayat Nasution menerima uang secara bertahap dari para bidan PTT, dengan jumlah antara Rp6 juta sampai Rp7 juta. Modus operasi Asrarul Hayat Nasution dengan cara menghubungi para bidan PTT yang sudah lulus ujian dan akan diangkat menjadi CASN. Biaya yang diminta Asrarul Hayat Nasution disebutkan untuk keperluan pengiriman berkas para bidan PTT ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg )VI Medan dan BKN Pusat melalui BKD Kabupaten Labuhan Batu.(BS04)