Pemulihan Dini Pascabanjir dan Longsor Lima Puluh Kota Berjalan Cepat

- Sabtu, 11 Maret 2017 11:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/9588_Pemulihan-Dini-Pascabanjir-dan-Longsor-Lima-Puluh-Kota-Berjalan-Cepat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Longsor
Beritasumut.com–Penanganan tanggap darurat di bawah Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor menunjukkan kemajuan cepat. Pemulihan dini dilakukan pemerintah daerah dan stakeholders di beberapa sektor. Perkembangan hingga pertengahan pekan ini, air bersih melalui jaringan pipa PDAM telah mengaliri hingga Kecamatan Pangkalan, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Namun, di wilayah Nagari Sialang, Kecamatan Kapur Sembilan suplai air terkendala mobilisasi dan pemasangan pipa dengan berat hingga 450 kg. Pemasangan pipa tersebut berlokasi di dasar sungai. 

 

Hal ini dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Disebutkannya, pemulihan lain berlangsung di sektor listrik, fasilitas umum, infrastruktur jalan, dan jaringan komunikasi. Sebanyak 99% pelanggan PLN telah mengakses listrik, dan 1% atau sekitar 169 pelanggan masih terus diupayakan penyelesaian perbaikan jaringan.  Di sektor fasilitas umum, sebanyak 68 fasilitas seperti sekolah, mushola dan masjid telah dibersihkan. 

 

"Pada akses jalur darat, jalan putus di KM 187 sudah diperbaiki oleh dinas terkait. Jalur distribusi darat memperlancar perekonomian lokal. Sementara itu, jaringan seluler pada sektor komunikasi di Kecamatan Pangkalan telah aktif, sedangkan di wilayah Nagari Koto Lamo, Kapur Sembilan, masih mati," papar Sutopo.  

 

"Melalui pemulihan dini yang dilakukan secara cepat, masyarakat sudah beraktivitas normal. Kondisi masyarakat kondusif, aman dan terkendali. Di sisi lain, suasana kerja di pemerintahan juga berlangsung baik," imbuh Sutopo. 

 

Sementara itu, sambungnya, penanganan darurat masih terus dilakukan. Salah satunya pendistribusian bantuan kemanusiaan melalui helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Distribusi bantuan melalui udara ini untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi, seperti Durian Tinggi, Tanjung Jajaran dan Koto Lamo. Bantuan yang diberikan beragam, seperti bahan makanan, sandang, lauk-pauk hingga obat-obatan. 

 

"Terkait dengan penanganan masyarakat terdampak, Pos Komando Tanggap Darurat Banjir dan Longsor telah  mengidentifikasi 3.285 sebagai penerima cash for work. Murid sekolah sudah melakukan kegiatan belajar sejak kemarin (9/3). Dilihat pada dampak bencana, banjir dan longsor Kabupaten Lima Puluh Kota mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp 14 milyar, dengan kerugian terbesar di Kecamatan Harau Rp 4,9 milyar," bebernya. 

 

Menurutnya, penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang memakan 8 warga meninggal dunia ini masih akan berlangsung setelah Kepala Daerah setempat memperpanjang surat keputusan tanggap darurat bencana. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Peristiwa

Jalin Silaturahmi dan Sinergitas, KORMI Medan-KoJAM Buka Puasa Bersama

Peristiwa

Strategi Komunikasi Kebijakan Penataan Penjualan Komoditas Non-Halal: Menjaga Harmoni, Menenangkan Semua Pihak

Peristiwa

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Peristiwa

Yayasan IKAL Peduli Nusantara Salurkan Bantuan Banjir di Pangkalan Susu dan Tanjung Pura

Peristiwa

Arman Chandra Salurkan 500 Paket Makanan ke Korban Banjir Medan dan Langkat, Komitmen Bantu Pengungsi