Beritasumut.com-Wijianto (34), Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) akhirnya tiba di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dengan berjalan kaki, ia rela melakukan perjalanan keliling Indonesia guna mensosialisasikan penyakit tersebut.Dipilihnya Sumut sebagai lokasi perjalanannya, kata Wijianto, dikarenakan jumlah kasus HIV/AIDS di daerah ini dianggapnya cukup tinggi. Sehingga menurutnya, Sumut penting untuk disinggahi. “Sebelum memulai perjalanan, saya memetakan daerah mana saja yang jumlah ODHA-nya banyak. Dan Sumut ini kan merupakan Provinsi yang jumlah kasus HIV/AIDS nya terbesar di pulau Sumatera, makanya saya singgah ke sini,” katanya kepada wartawan di kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut, Senin (27/02/2017). Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2016, Sumut berada di posisi tujuh se-Indonesia untuk jumlah kasus HIV/AIDS dengan jumlah 11.228 kasus dengan rincian HIV 15.828 kasus dan AIDS 3.879 kasus.Sumut merupakan daerah ke-22 yang dikunjungi Wijianto dalam perjalannya yang dimulai sejak awal November 2015 lalu, dengan membawa misi 'Langkah Kaki Jelajah Negeri'. Pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini mengungkapkan, ekspedisi yang dilakukannya bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para ODHA di Indonesia agar bisa survive meskipun telah divonis HIV/AIDS. Selain itu, ayah satu anak ini juga ingin mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang virus yang masih ditakuti banyak orang itu. “Saya ingin sosialisasi langsung ke masyarakat, apa itu HIV/AIDS, agar tidak ada lagi stigma kepada ODHA, diskriminasi, dan menghilangkan image bahwa ODHA itu tidak berdaya setelah terkena. Itu salah, buktinya saya masih sehat dan bisa keliling Indonesia jalan kaki,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Sumut Ramadhan mengatakan, pihaknya berharap agar Wijianto dapat diterima oleh Gubernur Sumut T Erry Nuradi.“Kehadiran Cak Gareng (Wijianto) ke Sumut ini sangat strategis dan memberikan hal positif bagi penangulangan HIV/AIDS di Sumut. Ini sebagai trigger pada pimpinan daerah, bahwa HIV/AIDS harus terus diperhatikan. Karena itu kita berharap dapat bertemu Gubernur. Karenanya KPA akan berkoordinasi untuk mendapatkan izin bertemu,” ujarnya. Selain itu Ramadhan juga berharap adanya seremonial dari kepala daerah di Sumut. "Apakah gubernur atau Walikota Medan untuk melapas Wijianto melanjutkan perjalannya ke Provinsi Aceh," pungkasnya. (BS03)