Beritasumut.com-Di Binjai kembali lagi terdengar warga mengeluhkan masalah penerangan jalan, karena menganggap jalan yang gelap merupakan tempat kejahatan merajalela. Keluhan mengenai tidak adanya penerangan dilontarkan oleh Iwan, warga Jalan Diponegoro, Kecamatan Binjai Timur, Senin (27/02/2017). Menurutnya, sudah hampir empat tahun masyarakat Jalan Diponegoro yang merupakan akses ke Jalan Gajah Mada, dan menuju Diski melewati Jalan Makalona gelap gulita. Satu-satunya penerangan bagi kendaraan yang lewat adalah lampu kendaraan mereka sendiri. "Mulai tahun 2013, Jalan Diponegoro sudah mulai tidak jelas penerangannya. Setelah itu, sama sekali tidak ada lampu," katanya. Menurutnya situasi gelap gulita tersebut kerap dimanfaatkan para perampok untuk menguras harta pengendara roda dua dan empat. Karena selain gelap, sepanjang Jalan Diponego masih difungsikan sebagai kebun warga. "Karena gelap, para bandit suka bersembunyi di kebun dan merampok warga. jadi kalau lewat magrib kami sudah tidak berani lagi melintsi jalan ini, terpaksa lah memutar dari kota kalau mau ke Diski, jadi dua kali lipat jauh jaraknya," bebernya. Kondisi gelap juga pernah dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab membuang mayat korban pembunuhan di lokasi tersebut. Warga juga kerap menjadi korban laka lantas akibat gelapnya jalan Diponegoro. Apalagi sebelumnya jalan tersebut kondisi rusak parah dan berlubang. "Sudah dua orang warga sini yang meninggal karena buruknya pelayanan pemerintah, jalan gelap, dulu jalannya pun hancur kali, Alhamdulillah lah sekarang jalannya sudah lumayan pulus, tapi tetap saja jalanan itu gelap," ungkap Iwan.(BS08)