Beritasumut.com-Anggirlan Nasution, bocah berusia 11 tahun yang diduga menjadi korban malpraktek di RSUD dr Pirngadi, Medan, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Rabu (22/02/2017) kemarin, setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam. Kedatangan warga Dusun VI, Desa Marindal II, Patumbak, Deli Serdang ke RS milik Kemenkes itu, ditujukan untuk melakukan operasi atas kondisi yang dideritanya selama ini."Operasi pada pasien dijadwalkan, Jumat (24/02/2017) siang. Saat ini kondisinya cukup baik, sehingga memungkinkan untuk dilakukan operasi," ungkapnya Kepala Sub Bagian Humas RSUP HAM Masahadat Ginting kepada wartawan, Kamis (23/02/2017). Masahadat menjelaskan, setelah Nasution tiba ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS tersebut, dokter ahli sudah melakukan observasi kepadanya. Selanjutnya dokter spesialis bedah anak akan melakukan operasi closure dengan tindakan tutup colostomy."Saat ini, pasien sedang dalam masa sterilisasi untuk persiapan operasinya," jelasnya. Sebelumnya, Nasution diketahui menderita usus buntu, hingga akhirnya dioperasi di RSUD dr Pirngadi Medan pada 2 April 2015 lalu. Namun, pasca operasi, kondisi kesehatannya tidak membaik, bahkan setiap malam ia mengeluh sakit hingga menangis.Selain itu, makanan yang diasupnya pun selalu keluar melalui bekas jahitan operasinya. Oleh karena itu Nasution selanjutnya kembali harus dilakukan operasi kedua. Pasca operasi kedua tersebut, keluhan sakit Nasution memang hilang. Namun, makanan yang diasupnya, masih saja keluar melalui bekas jahitan operasi.Hingga 11 hari berada di RS milik Pemko Medan itu, Nasution akhirnya disuruh pulang untuk dirawat di rumahnya. Terpisah, Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengaku, hingga kini belum ada pihak keluarga Nasution yang datang ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk mempertanyakan atau menyampaikan ketidak puasannya."Makanya saya diamkan. Pihak Rumah Sakit belum ada menerima komplain dari pihak keluarga," ujar Edison. Meski begitu, Edison mengatakan kalau dirinya sudah mengetahui masalah itu, dari media. Dijelaskannya, jika berdasarkan informasi yang menyebutkan usus Anggrilan terburai, hal itu biasanya di diagnosa atresiani, namun untuk memastikannya setelah jelas ada keluhan dari keluarga Anggrilan."Ada SOP, makanya mau dilihat, apa dijalankan keluarga. Misalnya harus datang setelah beberapa hari. Kalau tak dijalankan itu salah," pungkasnya.(BS03)