Beritasumut.com-Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Indra Warman mengungkapkan selaku pelayan masyarakat, pihaknya selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diminta oleh warga. AKBP Indra pun berharap pemohon untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, sehingga tidak dirugikan. "Saya harap para pemohon mengikuti prosedur saja dengan mengikuti ujian teori dan praktek dan biaya cukup murah. Kalau pun gagal di ujian praktek bisa mengulanginya untuk mendapatkan SIM," jelas AKBP Indra kepada wartawan, Rabu (22/02/2017). Dia pun meminta kepada pemohon SIM jangan mau menggunakan calo untuk mendapatkan SIM. "Berjuang untuk mendapatkan SIM di Sat Lantas Polrestabes Medan.Dengan sistem yang sudah ada itu tidak ada lagi masyarakat dirugikan. Jangan sampai pemohon SIM dirugikan," jelasnya. Sebelumnya, beberapa warga Medan mengaku kesal dengan pihak kepolisian karena merasa sulit untuk bisa mendapatkan SIM."Saya sudah empat kali mengikuti ujian praktek hasilnya selalu gagal. Saya pun diarahkan untuk membeli sertifikat yang harga cukup mahal di MSDC Jalan Bilal Medan," ucap Jefri salah seorang pemohon SIM. Jefri mengaku sangat risau dengan penerapan yang dilakukan Satlantas Polrestabes Medan yang membantu masyarakat dengan biaya murah untuk mendapatkan SIM itu. "Saya sudah putus asa, sangat sulit untuk mendapatkan SIM, meski sudah dilakukan ujian praktek berulang-ulang," imbuhnya. Di sisi lain, aktivitas Medan Safety Driving Center (MSDC) di Jalan Bilal Medan yang memiliki fasilitas ujian teori dan praktik sepeda motor dan mobil masih berjalan lancar.Di lokasi itu, pemohon SIM tetap mendapatkan sertifikat dengan nilai uang sebanyak Rp 450 ribu rupiah, sertifikat itu tanda bukti kelulusan untuk dibawa ke Satlantas Polrestabes Medan. "Diduga ada kepentingan untuk mendapatkan keuntungan dari sertifikat yang dikeluarkan oleh MSDC itu, seharusnya MSDC tidak boleh beraktivitas karena sudah kena sanksi oleh DPRD Medan," pungkas salah satu warga yang tinggal di Jalan Bilal Medan yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan.(BS04)