Beritasumut.com-Penarik becak motor (betor) dan driver Gojek nyaris bentrok di Jalan Stasiun Kereta Api, Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (22/02/2017) siang tadi.Di lokasi tersebut, driver Go-Jek dihadang oleh ratusan penarik becak bermotor. "Kami selaku driver Go-jek tidak ada melakukan balasan untuk menghadang penarik becak bermotor. Malahan kami yang melintas untuk menjemput sewa dari aplikasi yang diterima mau dipukuli," ucap Mangatur Panggabean kepada wartawan di Polrestabes Medan. Mangatur mengungkapkan, selama ini driver Go-Jek tidak pernah mengambil sewa dari penarik betor. "Saya selaku driver Go-jek untuk mengambil sewa dari pesanan aplikasi Go-jek, sehingga dengan cara dilakukan oleh penarik becak bermotor itu keselamatan kami terancam," jelasnya. Mengatur mengaku, dirinya sebagai driver Go-jek sudah dua kali dihadang oleh penarik betor, yang pertama di Jalan pembangunan III, langsung dihadang oleh sekelompok penarik betor. "Saya yang ingin menjemput tamu tidak jadi karena mau dipukuli," jelasnya. Tak hanya itu, sambung Mangatur, sudah ada driver Go-Jek lain di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Ayahanda mengalami luka-luka akibat ditabrak oleh penarik betor."Di Jalan Ayahanda korbannya seorang wanita selaku driver Go-Jek yang ditabrak dari belakang oleh penarik betor," terangnya. Terkait kedatangan ratusan driver di Polrestabes Medan itu, Mengatur menyebutkan untuk meminta perlindungan hukum dari polisi. "Kami sudah tidak bisa lagi untuk cari makan, kalau sudah menjemput sewa sudah pasti dihadang oleh penarik becak bermotor," jelasnya. Sementara itu, keributan di Stasiun Kereta Api terjadi karena saat itu ada driver Go-Jek mau ambil sewa di depan stasiun, lalu didatangi penarik betor."Saya bersama teman lain yang sering mangkal di Stasiun Kereta api hanya meminta kepada driver Go-Jek jangan mengambil sewa di sini (Stasiun Kereta Api)," terang Budi salah seorang penarik betor. (BS04)