Aplikasi Didownload Ribuan Kali, Poldasu Akan Blokir Handphone Apabila Digunakan Iseng

- Sabtu, 18 Februari 2017 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/7877_Aplikasi-Didownload-Ribuan-Kali--Poldasu-Akan-Blokir-Handphone-Apabila-Digunakan-Iseng.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pasca diluncurkan, aplikasi Polisi Kita Sumut mendapat perhatian dari masyarakat. Program ini sebelumnya diresmikan langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Lapangan Merdeka, Medan pada Minggu (05/02/2017) lalu. Poldasu sendiri tetap terus melakukan pembenahan untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut.

 

Menurut Kabid Teknologi Informasi Polda Sumut, Kombes Yusuf Suprapto, sebanyak 15.300 lebih pengguna telepon jenis android yang sudah mengunggah aplikasi Polisi Kita Sumut dari playstore. Kombes Yusuf juga menyebut, jumlah tersebut termasuk masih sedikit jika dibanding dengan jutaan masyarakat Sumut. Menurut dia, pihaknya saat ini masih terus membenahi program yang belum tampil sempurna tersebut.

 

“Sudah ada 15.300 lebih masyarakat yang telah mendownload aplikasi Polisi Kita Sumut. Belum banyak itu, masih sedikit. Kalau menurut saya, itu masih lambat. Nah yang jelas, pertama dulu harus melatih seluruh personel Polri yang ada di Sumatera utara ini. Yang dilatih, otomatis petugas yang ada di lapangan,” ujar Kombes Yusuf dilansir dari laman resmi tribratanewspoldasumut.com, Sabtu (18/02/2017).

 

Kombes Yusuf mengatakan petugas di lapangan tersebut adalah personel dari Polres yang ada di jajaran Poldasu. Menurut dia, pihaknya sudah membentuk empat tim untuk melatih personel di 27 Polres jajaran Polda Sumut. Setelah melatih, tugas personel di Polres adalah melakukan sosialisasi ke polsek-polsek jajaran. Hingga selanjutnya, Polsek yang mensosialisasikan kepada masyarakat.

 

“Satu hari yang dilatih ada empat polres. Sekarang masuk hari ketiga. Kita secara manual saja, sementara ini melakukan kegiatan sosialisasi,” ungkap Kombes Yusuf.

 

Dia mengklaim, aplikasi yang masih dalam proses penyempurnaan ini, sudah canggih. Sebab, aplikasi untuk memberikan pelayanan prima ini merupakan cikal bakal untuk dijadikan aplikasi oleh Polda seluruh Indonesia.

 

“Makanya nama kita polisi Sumatera Utara. Nanti kalau sudah bagus, menjalar nanti. Misalkan di Lampung. Jadi aplikasi, Polisi Kita Lampung. Inikan berkembang, dalam arti kata, fitur-fiturnya itukan terbatas karena masalah lauching kemarin. Tapi yang jelas, semua permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan keteraturan sosial dan kamtibmas, akan kita bangun fiturnya. Istilah bapak Kapolda itu, ‘Palu Gada’. Itu merupakan singkatan yang kepanjangannya, apa lu minta, gua ada. Maksudnya, apa yang diinginkan masyarakat, ada itu nanti di sana,” ungkap Kombes Yusuf.

 

Saat diresmikan kemarin, fitur-fitur dalam aplikasi Polisi Kita Sumut, masyarakat dapat mengurus administrasi surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) secara online. Sayangnya, hal itu belum dapat dilakukan.“Tapi nanti arahnya ada ke sana. Karena fitur-fiturnya belum ada ditambah,” ujarnya.

 

Lantas, fitur-fitur apa saja yang sudah ada di aplikasi Polisi Kita Sumut? Kombes Yusuf mengatakan, untuk sementara ini ada fitur pengaduan, respon cepat, informasi, berita, agenda, call center dan Saber Pungli.“SP2HP juga akan masuk, karena itu menyangkut keteraturan sosial dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Selain membentuk aplikasi hingga melakukan pembenahan, aplikasi Polisi Kita Sumut itu dimonotoring oleh Poldasu. Sementara tim yang bekerja di lapangan adalah personel di Polres.

 

“Makanya, setiap polres itu ada command center yang artinya komando yang terpusat di suatu ruangan. Kalau di Polda itu Biro Ops. Kalau di Polres, Bag Ops. Harus ada di situ tempat operator. Mereka harus bekerja integritas. Harus bisa meyakini, apakah laporan yang diadukan oleh masyarakat itu benar atau tidak. Kalau tidak benar, jadinya bisa datang anggota dan tidak ada ditemukan (laporan). "

 

"Jadi harus meyakinkan benar. Tapi ada konsekuensinya. Sekali dua kali, tidak ada masalah dia (pelapor) bermain-main. Tapi kalau ketiga kali, kita akan blokir. Arahnya ke sana (dipidana). Blokir itu dengan catatan, hp tidak bisa dipakai lagi. Harus beli hp baru. Bukan beli kartu,” pungkasnya menambahkan. (BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Buka Sosialisasi, Walikota Dukung Hadirnya Aplikasi BKMQU yang Digagas MUI Kota Medan

Peristiwa

PPKGBK Minta Pemilik Jagat Take Down Koin Virtual dari Seluruh Area GBK

Peristiwa

Begini Cara Lapor Kasus KDRT Lewat Aplikasi SatuSehat

Peristiwa

Bus Listrik Medan Bisa di Pantau Lewat Aplikasi

Peristiwa

Walikota Pematangsiantar Serahkan Fasilitas Aplikasi PKK dan Bahan Perlengkapan Lomba PKK ke Kelurahan Martoba

Peristiwa

Tingkatkan Patroli Malam, Tim Patroli Presisi Poldasu Amankan Sejumlah Senjata Tajam