Beritasumut.com-Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bergantung pada beras sebagai makan pokok. Karena itulah, idak bisa dipungkiri bahwa permintaan beras di masyarakat akan sangat tinggi, tetapi pada kenyataannya hasil panen padi di Indonesia masih belum mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Sebagai negara agraris, Indonesia pun masih harus mengimpor beras dari negara lain yang pastinya merupakan ironi yang harus segera ditanggapi. Ketidakmampuan Indonesia untuk memenuhi permintaan beras di Indonesia mungkin disebabkan oleh pengetahuan mengenai cara budidaya padi sawah yang masih minim di tingkat petani. "Bertanam padi boleh jadi merupakan kegiatan turun-temurun yang sudah dilakukan sejak nenek moyang, tetapi dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, petani seharusnya bisa menerapkan sistem tanam yang lebih efisien and produktif sehingga kebutuhan pangan akan tercukupi dari produksi dalam negeri dan kesejahteraan petani pun akan semakin meningkat," ungkap Danramil 11/Tanjung Pura Kapten Inf Nelson Hasibuan dalam siaran persnya, Jumat (17/02/2017). Danramil menambahkan, guna memberi bimbingan petani, Babinsa Koramil 11/Tanjung Pura Serda Edy Saragih bersama-sama dengan PPL Gunawan melakukan pendampingan penanaman padi milik anggota Kelompok Tani Brahman Croos Murniati yang diketuai oleh Dermawan dengan luas lahan 15 rante yang terletak di Dusun III, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat."Jenis padinya adalah jenis padi Inpari," pungkasnya. (Rel)