Beritasumut.com-Sopir angkutan kota (angkot) Wulan Trayek 01, Rindu Napitupulu dan para penumpang di dalamnya dikejutkan dengan tewasnya salah seorang penumpang bernama Oen A Poh, warga Jalan Senangin, No 12/6A, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Jumat (17/02/2017) sore sekira jam 15.30 wib. Dari informasi yang dihimpun, Oen A Poh saat kejadian baru saja naik ke angkot di depan pintu keluar Medan Mall, Jalan MT Haryono, Medan.Diduga mengalami sesak nafas, Oen A Poh yang baru saja naik tiba-tiba terlentang dan tak sadarkan diri. Ada kejadian menarik saat personel Polsek Medan Kota hendak membawa jenazah Oen A Poh. Petugas tiba-tiba dihadang Nando Panjaitan (32), warga Simpang Pos, Padang Bulang, yang berprofesi sebagai seorang juru parkir (jukir) di sekitaran Medan Mall. "Jadi, pas kami mau ngantar mayat ke rumah sakit, dia lagi ngatur parkir. Tapi malah menghalangi mobil yang mau jalan. Petugas menegurnya, supaya minggir. Tapi dia melawan, malah maki pula dia," ungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu di Mapolsek Medan Kota. Lanjut Martualesi, polisi tidak mau terpancing. Dan berupaya memberitahukan, kalau mereka adalah polisi.Namun, hal itu diacuhkan Nando. Bukannya langsung minggir, namun Nando malah semakin beringas dengan mengambil batu dan berniat akan melemparkannya ke petugas."Anggota bilang, kalau mereka polisi. Tapi bukannya minggir, dia makin marah. Ngambil batu, mau dilemparkan ke kita. Langsunglah kita tangkap dan kita bawa," jelasnya. Sesampainya di Mapolsek Medan Kota, Nando pun disuruh petugas untuk berjalan merangkak. "Mabuk dia ini, bau minuman mulutnya ini. Baru minum tuak kau ya?" hardik Martualesi. Namun tuduhan itu berulang kali dibantah Nando. "Tidak pak, nggak mabuk saya," kilahnya. Mendengar itu, Martualesi pun menyuruh Nando untuk berdiri. Saat hendak berdiri, Nando pun terhuyung dan langsung terjerembab. "Hayo, mabuk kau kan. Nggak ngaku pula kau," bentak Martualesi. Akhirnya, mau tak mau Nando pun mengaku kalau dia sedang dalam kondisi mabuk. "Iya, minum tuak aku tadi pak," akunya pelan."Udah, mandi kau sana. Di kamar mandi belakang aja kau," ucap Martualesi.(BS04)