Beritasumut.com-Beberapa hari belakangan ini cuaca ekstrim terus melanda sebagian besar daerah Sumatera Utara (Sumut). Hembusan angin kencang terus menerpa sebagian pesisir laut di Kabupaten Langkat. Hal ini mengakibatkan nelayan terpaksa mengurungkan niat untuk melaut. Seperti yang tampak dipesisir laut di Kecamatan Berandan, Kabupaten Langkat, Jumat (17/02/2017). Mereka lebih memilih untuk berlibur dan menyandarkan boat milik mereka. Sebagian nelayanpun menghabiskan waktu untuk merajut jaring (jala) dan memperbaiki perahu mengisi kekosongan waktu. Ketimbang mengambil resiko melaut dengan gelombang yang cukup kuat. "Ah, kalau saya tak beranilah melaut bang. Demikian juga dengan beberapa rekan nelayan lainnya. Gelombang cukup tinggi bang. Dari pada timbul bencana saat melaut. Lebih baik berdiam diri sesaat," beber Woman, salah seorang nelayan. Namun ada juga beberapa nelayan yang nekat untuk melaut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. "Ada juga sih sebagian yang melaut. Tapi hanya beberapa," jelasnya. Kondisi seperti ini selalu dirasakan nelayan setiap kali menjelang hari besar imlek dan bulan Februari. "Kami juga bingung, asal memasuki bulan 2, pasti cuaca ekstrim seperti ini bang," tambah Fauzan, nelayan lain. Digambarkannya, saat melaut pada bulan Februari lalu. Gelombang ombak dilaut lepas sangat tinggi mencapai 2 meter. Belum lagi angin yang sangat kencang terus menerpa dan membuat perahu bisa karam diterpa angin. "Saya pernah coba melaut Febrruari lalu. Uh, anginnya kencang kali dan ombaknnya tinggi. Makannya saya tidak melaut bulan ini," papar pria bertumbuh tambun ini. Dirinya mengakui, cuaca ekstrim akan habis dengan sendirinya memasuki bulan Maret. "Ya nantilah melaut lagi jika cuaca sudah bersahabat. Dan biasannya bulan Maret nanti sudah bisa melaut. Untuk sementara, kamimenghabiskan waktu dengan cara memperbaiki jaring dan boat. Ada juga mencari sampingan untuk kebutuhan hidup," tegasnya berharap bisa cepat melaut.(BS08)