Beritasumut.com-Rumah semi permanen yang ditempati Arwin (48) guru Sekolah Dasar (SD) 107407 Namorabe, yang berada di Jalan Sei Blumai Hilir Gang Utama Dusun I, Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa hangus dilalap si jago merah pada Rabu (15/2/2017) malam. Informasi dihimpun, Kamis (16/02/2017), peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh Nurhalimah (20) guru SD Gunung Johor, Titi Kuning, Medan. Nurhalimah adalah salah seorang anak Arwin yang sedang asyik menonton TV di ruang tengah rumah milik mertua Arwin itu. Melihat kobaran api, Nurhalimah pun membangunkan ibunya Murnisyah (48) PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, seraya teriak minta tolong. Mendengarkan teriakan Nurhalimah, Murnisyah pun terbangun dan langsung keluar dari dalam rumah. Dibantu warga sekitar, Murnisyah dan Nurhalimah pun berusaha memadamkan api dan menegluarkan harta benda yang masih bisa diselamatkan. Api pun berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang tiba di lokasi. Meski pun tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir sekira Rp 200 juta. Menurut Arwin yang ditemui di lokasi, sebelum kebakaran itu, Nurhalimah mendengar suara dari teras rumah. Penasaran dengan suara tersebut, Nurhalimah pun mengintip keluar. Betapa terkejutnya Nurhalimah saat melihat seorang laki- laki berbadan kurus tinggi sedang menyiramkan bensin ke bagian teras rumah yang terbuat dari papan. Namun karena dihantui rasa takut, Nurhalimah pun tidak berani keluar rumah. Sadar jika aksinya diketahui, pria misterius tersebut pun langsung menyalakan mancis dan melemparkannya ke arah teras rumah yang sudah disiram bensin. Seketika api pun langsung menyala dan membakar bagian teras rumah, melihat api semakin membesar, pria misterius tersebut pun kabur bersama temannya yang menunggu di simpang yang tak jauh dari rumah korban menggunakan sepeda motor jenis trail. “Kami sudah tinggal disini sejak menikah empat tahun yang lalu. Anakku Nurhalimah yang sedang menonton TV di ruang tengah sebelum kebakaran itu mendengar suara seperi orang menyiram bensin. Anakku pun sempat melihat laki-laki dengan ciri-ciri kurus tinggi membuang mancis ke arah teras rumah. Setelah itu laki-laki itu kabur bersama temannya yang menunggu di simpang dengan sepeda motor Trail,” terang Arwin. Lebih lanjut Arwin mengatakan bahwa dirinya tahu jika rumah mereka kebakaran. Setelah ditelepon oleh istrinya yang bernama Murnisyah, Arwin yang saat itu sedang rapat di rumah Kepala Dusun (Kadus) pun langsung ke rumahnya. “Saat kebakaran aku sedang rapat di rumah Kadus. Untung saja anakku masih bangun dan menonton TV, kalau tidak pasti hangus semua. Akibat kebakaran ini seluruh pakaian, uang Rp 1,8 juta, SK PNS miliku dan istriku serta ijasah anak-anakku hangus terbakar, kerugian sekira Rp 200 juta,” pungkas Arwin. (BS05)