Pabrik Tahu Kampung Kolam Resahkan Warga

Herman - Selasa, 14 Februari 2017 15:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/1309_Pabrik-Tahu-Kampung-Kolam-Resahkan-Warga.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04
Beritasumut.com-Warga Dusun VIII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, resah dengan keberadaan pabrik tahu milik OI (37) di Gang Amal, Desa Kolam. Keresahan warga didasari bau busuk limbah pabrik yang dibuang seenaknya ke pemukiman warga.

 

"Rumahku cuma berjarak satu meter dari pabrik, limbahnya bau kali. Begitu saja dibuang orang itu (pabrik tahu). Saya dan beberapa orang warga merasa keberatan, kami cuma minta supaya limbahnya dibuang ke tempat yang semestinya, jangan di lingkungan warga," ungkap Ngadiman, warga setempat, Selasa (14/02/2017).

 

Selain itu juga, lanjut Ngadiman, pabrik tahu itupun menimbulkan polusi udara serta polusi suara. "Kami tidak melarang pabrik itu, cuma kami minta sama pemilik pabrik, supaya memikirkan dampak yang kami rasakan. Cobalah dibuat cerobong asap, supaya asapnya tak ke mana-mana. Suara dari mesin mereka itu juga coba diredam, supaya nggak bising kali," tuturnya lagi.

 

Hal inipun dibenarkan Sadija, istrinya. Dikatakannya, bau menyengat selalu tercium dari limbah yang dihasilkan pabrik tahu tersebut. "Kalau hujan, limbahnya mengalir ke parit, baunya setengah mati. Lebih parah lagi kalau pas kemarau, numpuk di belakang pabrik itu. Kan rumah kami dekat sama pabrik itu, baunya kelewatan. Kami cuma minta supaya itu diperhatikan," imbuhnya.

 

Ngadiman menimpali, dia dan sejumlah warga sudah melaporkan kasus itu ke kepala dusun (kadus) setempat sejak setahun lalu. Namun sayangnya, laporan itu diabaikan kepling. Alhasil, warga kemudian melaporkan masalah itu ke Kepala Desa (Kades) Kolam, Jufri Purwanto.

 

Karena tak ditanggapi, kata Ngadiman lagi, sekitar 21 warga pun akhirnya memilih untuk membuat surat keberatan atas keberadaan pabrik tahu tersebut. Dan surat pernyataan warga yang memuat alasan keberatan warga atas keberadaan pabrik tahu itupun ditandatangani Jufri Purwanto dan Kadus VIII, Mislan. 

 

"Sekitar bulan Agustus 2016 lalu, kami lapor ke kadesnya. Katanya mau diupayakan mediasi, tapi nyatanya sampai sekarang tak ada mediasi itu. Ada apa ini?" tukasnya.

 

Dia menjelaskan, dia dan sejumlah warga sudah sempat menanyakan hal itu ke Kades Kolam, Jufri Purwanto. Dan saat itu, katanya, Jufri menyarankan agar warga melaporkan itu ke kecamatan. "Waktu kami tanya, kadesnya bilang ya sudah naikan saja (ke Camat)," kata Ngadiman menirukan ucapan Jufri Purwanto.

 

Lantas demi mencari keadilan, warga pun berupaya menemui Camat Percut Seituan, T Zaki Aufa. Namun empat kali coba ditemui, Zaki terus-terusan menghindar dengan alasan rapat. 

 

"Empat kali kami ke kantor camat, tak pernah jumpa. Alasannya rapat, tak mau camat dijumpai. Terus ketemula kami sama Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) di kantor camat, namanya Putra. Malah kok jadi kami yang ditakut-takuti Satpol PP itu. Dibilangnua, dia (pemilik pabrik tahu) orang susah, kami orang susah. Nanti kalau masalah ini sampai ke polisi, jadi susah kami. Tahulah urusan sama polisi. Begitu katanya," beber Ngadiman.

 

Terpisah, Kades kolam, Jufri Purwanto yang dikonfirmasi berdalih jika keluhan warga sudah disampaikannya ke Camat Percut Seituan. "Iya, laporan warga itu sudah dilaporkan ke pihak kecamatan. Ke Trantib kecamatan. Saya pun yang melaporkan itu ke sana. Dan rencananya mau dimediasikan kedua pihak. Kalau sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya, ya kita tunggulah. Yang penting sudah kita laporkan. Pabrik itu sudah delapan tahun berdiri, kenapa baru sekarang keberatan warga?" kilahnya.(BS04) 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pj Bupati Langkat Tandatangani Kerjasama Pemanfaatan Limbah FABA

Peristiwa

Dosen UMN Al Washliyah Manfaatkan Limbah Padi Jadi Biochar Nano dan Asap Cair, Berdayakan Masyarakat Desa Ujung Rambe Kecamatan Bangun Purba

Peristiwa

Aksi Melukis dengan Limbah Plastik Warnai Beranda Kreatif Medan

Peristiwa

Warga Keluhkan Limbah dari Rumah Kontrakan Milik Oknum Kejaksaan Sumut di Jalan Kebun Kopi Marindal

Peristiwa

Saksikan Film “Memutar Limbah Peradaban”, Bobby Nasution Ajak Semua Atasi Sampah Plastik

Peristiwa

Walikota Medan : Jangan Buang Sembarangan Limbah B3 Medis!