Beritasumut.com-Ratusan driver Go-Jek Online kembali mendatangi kantor Go-jek di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, guna menagih hasil dari mediasi antara Driver Go-Jek dengan pihak Manajemen Go-Jek. Hal ini terkait kebijakan penurunan upah Go Food, yaitu jasa antar makanan dari Rp 15 ribu jadi Rp 9 ribu dipotong Rp 1000, sehingga hanya Rp 8 ribu yang diterima oleh Driver Go-Jek. Salah seorang driver Go-Jek, Joko Pito menagih hasil mediasi pada aksi spontanitas pada Jumat (10/02/2017) terkait 11 tuntutan yang sampaikan kepada pihak Manajemen. Salah satu tuntutan tersebut adalah penurunan upah Go-Food yang dibuat Manajemen secara sepihak. “Kemarin janji mereka (Manajemen) hasil mediasinya akan disampaikan pada hari Sabtu (11/02/2017), namun karena alasannya pimpinan lagi di Jakarta dan kembalinya pada Minggu (12/02/2017) semalam, jadi hari inilah mereka rapat dulu di dalam, baru menyampaikan hasil dari tuntutan yang kita sampaikan pada aksi kemarin," ujar Joko dalam aksinya di kantor Go-Jek Jalan perintis Kemerdekaan Medan, Senin (13/02/2017). Lebih jauh Joko menyebutkan, kebijakan penurunan upah Go-Food tersebut tidak ada disampaikan terlebih dahulu kepada para Driver."Beberapa hari yang lalu, pihak Manajemen langsung menurunkan tarif harga Go-Food yang awalnya Rp 15 ribu yang diterima Driver kini hanya Rp 8 ribu yang diterima Driver, makanya kami semua ngumpul dan melakukan protes,” sebutnya. Bersama dengan Drivel lainnya, Joko meminta pihak Manajemen saat membuat kebijakan untuk juga melibatkan para Driver.“Harapan kami (Driver) kepada pihak Manajemen untuk dapat duduk bersama ketika hendak membuat suatu kebijakan. Sebagai mitra ya kami diajak berunding lah, karena selama ini mereka selalu mengatakan keputusan itu langsung dari pusat (Kemang) hingga beginilah, sporadis jadinya, dan hal itu juga pernah terjadi di kota kota lainnya, seperti Surabaya dan Solo," pungkasnya.(BS04)