Beritasumut.com-Penertiban peternakan hewan babi yang dilakukan oleh masyarakat dan Ormas di Jalan Bahagia, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, nyaris ricuh, Senin (13/02/2017). Untuk mengantisipasi kericuhan, aksi masyarakat dan Ormas yang bertujuan membongkar kandang peternakan babi ini dikawal petugas kepolisian sektor Binjai. Dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Zenda Sitepu, personil polisi diturunkan demi mengantisipasi kekisruhan yang mungkin terjadi. "Hadang, siapapun tidak boleh masuk kecuali beberapa perwakilan," tegasnya. Namun saat dikawal, adu mulut kerap terjadi dari masyarakat dan ormas. "Saya perwakilan, jadi biarkan saya masuk," terang salah satu pendemo dari Ormas. Akan tetapi Kompol Zenda Sitepu, bersikukuh menghadang barisan pendemo yang hendak masuk. Barisan personil sabhara pun disiagakan agar tidak satupun pendemo yang melintas. Pantauan wartawan, persitegangan adu mulut hanya berjalan sebentar, beberapa pendemo dipersilahkan masuk guna bernegosiasi. Sedikitnya ada lima orang masyarakat dan DPRD Deliserdang, tokoh agama dan ormas dipersilahkan masuk. Sementara itu, perwakilan masih melakukan aksi negosiasi di kandang babi yang disebut-sebut milik Aguan dan Ahwan, dimana masyarakat menilai jika ternak babi itu melanggar Perda Bupati Deli Serdang. Selain itu keberadaan ternak tersebut dinilai sangat mengganggu lingkungan, karena masyarakat mengeluhkan bau. (BS08)