Beritasumut.com-Rumah Sakit (RS) Sufina Azis, salah satu RS yang dijadikan rujukan puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Binaan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang menjadi korban keracunan makanan, Selasa (07/02/2017) malam lalu, belum bisa memastikan kapan pasien-pasien tersebut sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Belum tau pulangnya kapan. Tunggu rekomendasi dokter yang menangani. Sebenarnya sebagian sudah mulai sehat dan sebagian lagi masih perlu penanganan," ujar Kepala Ruangan kelas 2 RS Sufina Azis, Yusniar kepada wartawan, Kamis (09/02/2017).
Yusniar menyebutkan, jumlah siswa yang masuk di RS Sufina Azis kini bertambah. Dari sebelumnya, 41 siswa yang dirawat kini menjadi 42 orang."Tadi pagi salah satu siswa diduga keracunan juga ada dibawa untuk turut dirawat," sebutnya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa Rina Sari Hasibuan, orang tua dari Alfira Khairani Putri, menyampaikan kondisi putrinya sudah mulai membaik, hanya saja tubuhnya masih lemas.Sebab itu, pihaknya masih meminta anaknya tetap diberikan perawatan, karena masih muntah. "Kalau pihak Dinkes tanggung jawab kita senang. Tapi anak saya pakai BPJS Kesehatan," ujar wanita asal Tebing Tinggi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Usma Polita menyebutkan, dari 360 jumlah siswa SMK Binaan Provsu yang mengalami keracunan berjumlah 132 terdiri dari laki-laki maupun perempuan.Masing-masing sebut Usma menjalani rawat inap di RS Sufina Aziz 41 orang (kini 42), di RS Kesdam Putri Hijau 51 orang, dan rawat jalan di RS Imelda sebanyak 40 orang.
"Tim dari Dinkes kota Medan sudah melakukan penyelidikan epidemiologi ke RS dan SMK. Tapi, sampel muntahan pasien yang mengalami keracunan belum didapatkan, hanya sampel bahan makanan (tempe bacem) yang sudah ada dan dikirim ke labolatorium Provinsi," pungkasnya.(BS03)