Beritasumut.com-Pemprov Sumut (Pemprovsu) berjanji segera menyelusuri penyebab keracunan siswa SMK Binaan Pemprovsu, Selasa (07/02/2017) malam. Pemprovsu juga sudah mempersiapkan sarana di RS Haji jika ada penambahan jumlah korban keracunan makanan tersebut. "Saya sudah mendapat kabar tentang itu. Nanti kita telusuri penyebabnya, kenapa bisa seperti itu dan lainnya," kata Sekdaprovsu Hasban Ritonga seraya menambahkan jika Pemprovsu akan menanggung biaya perawatan seluruh siswa yang keracunan, Rabu (8/2/2017). Sementara itu, Kadis Kesehatan Medan Usma Polita menuturkan, ada 132 dari 360 siswa yang mengalami keracunan. "Jumlah siswa yang mengalami keracunan makanan sampai saat ini 132 dari jumlah total siswa yang mengkonsumsi makanan yang sama 360 orang," ujarnya. Gejala keracunan yang dialami siswa, di antaranya mual, perut mulas, pusing, muntah dan diare. "Masing-masing rawat inap di RS Sufina Aziz 41 orang, di RS Kesdam Putri Hijau 51 orang, dan rawat jalan di RS Imelda sebanyak 40 orang," imbuhnya. Dia belum tahu penyebab keracunan tersebut. Namun, pada siang hari, siswa makan siang dengan lauk ikan tongkol dan tempe bacem. Pada malam hari dengan lauk semur ayam, tempe bacem dan tumis kol."Mulai jam 23.30 siswa mulai mual, muntah dan diare dan dibawa ke rumah sakit," katanya lagi. Dikatakannya, tim dari Dinkes Medan sudah melakukan penyelidikan epidemiologi ke RS dan SMK Binaan Pemprovsu di jalan Karya, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, tetapi sampel muntahan pasien yang mengalami keracunan belum didapatkan. "Hanya sampel bahan makanan (tempe bacem) yang sudah ada dan akan dikirim ke labolatorium provinsi besok. Saat ini masih disimpan di dalam vacsin carir dengan suhu 2-8° c," pungkasnya.(BS03)