Beritasumut.com-Usai mengonsumsi makan malam di asrama, Selasa (07/02/2017), puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Binaan Provinsi Sumut di Jalan Karya, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat mendadak keracunan. Akibatnya, siswa dari berbagai daerah tersebut terpaksa harus dibawa ke beberapa Rumah Sakit di antaranya RS Sufina Azis, RS Imelda dan Rumkit Putri Hijau guna mendapatkan pertolongan. Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr NG Hikmet mengatakan, pihaknya sudah mengambil sample makanan dan muntahan kalau memang ada untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumut."Petugas kita tadi sudah kesana mengambil sample yang dibutuhkan untuk diperiksa di laboratorium," ujar Hikmet seraya menambahkan jika hasil pemeriksaan laboratorium itu biasanya keluar tiga hari atau seminggu, Rabu (08/02/2017). Kapolsek Medan Barat, Kompol Viktor Ziliwu yang ditemui di RS Sufina Azis mengaku, masih mengumpulkan informasi terkait keracunan siswa ini. Ia mengatakan, meskipun belum memiliki angka yang pasti, namun jumlah siswa yang di duga keracunan mencapai lebih dari seratus orang. Di saat makan malam, terang Viktor, di asrama ada 350 siswa, dan yang keracunan lebih dari 100 orang. Yang terbanyak ada di RS Sufina Azis sebanyak 41 orang, sisanya ada di Rumkit Putri Hijau, RS Imelda, dan sebagian ada yang dibawa oleh keluarganya untuk mendapatkan perawatan."Kita belum bisa memastikan apa sebab keracunannya. Saat ini kita masih menggumpulkan datanya," terangnya. Sementara itu, Kepala ruangan kelas 2 RS Sufina Aziz Yusniar mengatakan, para pelajar yang dirawat berjumlah 41 orang yakni 22 laki laki dan 19 perempuan. Mereka dirawat di kelas 1 sebanyak 26 orang, kelas 2 ada 11 orang dan di kelas 3 ada 14 orang. Dijelaskannya, hasil pemeriksaan sementara dari gejala klinis diduga keracunan. Gejala klinisnya seperti demam, muntah, mencret, dan pening. "Tapi, pastinya diperlukan pemeriksaaan laboratorium. Katanya siswa itu makan malam dengan lauk semur ayam dan tempe," ujarnya. Pihak rumah sakit, lanjutnya, sudah memberikan pelayanan dan pengobatan dan diperiksa dokter spesialis. "Kondisi para siswa secara umum stabil. Ada dua siswa yang masih dalam pemantauan karena masih demam dan mual," pungkasnya. (BS03)