Niat Cari Kerja di Kutacane, ABG Ini Malah Terlantar di Kota Medan

- Selasa, 07 Februari 2017 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/8905_Niat-Cari-Kerja-di-Kutacane--ABG-Ini-Malah-Terlantar-di-Kota-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Juni Situmorang (16) dan Jaya Silitonga (15).
Beritasumut.com-Nasib apes dialami oleh dua anak baru gede (ABG) asal Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmak Sian, Porsea, Tobasamosir (Tobasa). Niat mencari kerja ke Kutacane, Aceh Tenggara, saat di Medan justru malah ketipu. Keduanya adalah Juni Situmorang (16) dan Jaya Silitonga (15).

 

Juni menceritakan, bersama dengan Jaya, keduanya berangkat ke Kutacane bersama teman mereka lainnya, Joshua Sinaga (18), dari kampung halaman mereka dengan menumpang KUPJ KBT tujuan Medan, Senin (06/02/2017) sore. Tiba di pool KUPJ KBT, Jalan SM Raja, Medan, sekira jam 22.00 wib."Kami bertiga dari kampung (Porsea) bang. Si Joshua memang orang Kutacane, lama merantau ke kampung kami. Terus kami mau ke kampung si Joshua, mau cari kerja," ungkap Juni diamini Jaya di Mapolsek Medan Kota, Selasa (07/02/2017).

 

Saat sampai di stasiun KBT, Juni mengaku mereka didatangi seorang penarik becak bermotor (betor) bermarga Pasaribu. Penarik betor itupun kemudian mengiming-imingi ketiganya untuk bekerja di salah satu rumah makan ayam penyet di seputaran Kecamatan Medan Kota. Namun sayangnya, Pasaribu tak memberitahukan lokasi rumah makan itu. Seolah dihipnotis, ketiga ABG yang terlihat polos ini menuruti perkataan Pasaribu.

 

"Kami ditanya dari mana, kami bilang dari Porsea mau nyari kerjaan. Terus dibilangnya, ada lowongan kerja di rumah makan ayam penyet. Tapi dibilangnya, untuk satu atau dua orang. Kami bilang, nggak bisalah. Karena kami bertiga. Terus dibilangnya, cobalah ke lokasi ayam penyet itu. Dimintanya ongkos kami Rp65 ribu. Habis itu, kami pun dibawanya," beber keduanya.

 

Di perjalanan, bukannya dibawa ke lokasi yang dijanjikan, penarik betor itu malah membawa ketiganya masuk ke lorong-lorong kecil di seputaran Jalan SM Raja, Medan."Kami dibawa ke lorong-lorong gitu bang, nggak tahu kami nama tempatnya. Di situ kami jumpa sama Satpam. Orang Padang Satpam itu. Habis itu, kami dua (Juni dan Jaya) disuruh nunggu becaknya. Si Pasaribu bawa kawan kami si Joshua sama si Satpam itu entah kemana." 

 

"Satu jam kemudian, orang itu (penarik betor, Joshua dan Satpam) balik lagi. Nggak lama, datang lima orang besar-besar. Langsung bilang angkat tangan, jangan bergerak. Kata lima orang itu. Polisilah itu mungkin. Terus, si Pasaribu, Satpam sama kawan kami si Joshua diborgol. Pas orang itu diperiksa, ada ditemukan pil gitu di kantong si Pasaribu. Ditangkaplah orang itu. Kami nggak, cuma digeledah aja. Terus dibawalah orang itu sama polisi-polisi itu," jelasnya.

 

Sementara keduanya kebingungan tanpa tahu harus berbuat apa. "Kami nggak tahu Medan, kami jalan aja, tapi nggak tahu ke mana," sambungnya.

 

Beruntung, saat kebingungan, keduanya bertama Soni Nainggolan, pemuda 28 tahun yang kos di seputaran Jalan KL Yos Sudarso."Kami jumpa bang Soni, kami ceritalah. Terus dibilangnya, kita carilah di kantor polisi di sana (Polsek Medan Kota)," tutur keduanya.

 

Sementara Soni yang kepada wartawan membenarkan penuturan kedua ABG tersebut. "Tadi malam (Senin malam) jumpa di Yos Sudarso, Glugur. Mereka kesasar, nggak tau mau ke mana. Orang ini cerita kejadian yang mereka alami.  Mereka nanya, Jalan SM Raja. Terus kubawalah orang-orang ini ke kos ku, karena kos ku kan di sini (Jalan SM Raja). Tadi malam tidur ke kos ku orang ini dua. Tadi pagi, kuantarkan ke sini (Polsek Medan Kota)," paparnya.

 

Terpisah, Kanit Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu mengaku pihaknya tidak ada melakukan tangkapan tersebut. "Tidak ada laporan ke kita, tidak ada tangkapan," katanya singkat.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kemnaker Berupaya Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja

Peristiwa

Bantu Pencari Kerja Tingkatkan Kompetensi, Wali Kota Medan Apresiasi Diluncurkannya Aplikasi Wefix

Peristiwa

Rangkaian Perayaan Natal Tahun 2020, KanKemenag Tobasa Bagikan 200 Paket Sembako

Peristiwa

Desa Nauli Baribatali, Kampung Masa Kecil Kompol Pardamean Hutahaean

Peristiwa

Bupati Toba Buka Sosialisasi Olah Raga Gate Ball

Peristiwa

Ganti Tanaman yang Sudah Berumur, Pemkab Toba Akan Bagikan 40 Ribu Bibit Kopi