Ketua TP PKK Provsu Kunjungi Bayi Terserang Virus Rubella

- Kamis, 02 Februari 2017 23:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/4310_Ketua-TP-PKK-Provsu-Kunjungi-Bayi-Terserang-Virus-Rubella.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumut Evi Diana Erry Nuradi (kanan) saat menggendong Iftiyah.
Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengupayakan pemasangan alat bantu dengar untuk bayi mungil bernama Iftiyah Ramadhan (7 bulan) yang terserang virus Rubella. 

 

Ini setelah kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Evi Diana Erry Nuradi beserta Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agus Tama, Kepala Dinas Sosial Sumut, juga Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Kemala Wati dan jajarannya ke kediaman orang tua Iftiyah di Jalan Sei Kapuas, No 9 D, Medan, Kamis (2/2/2017).  

 

Saat ini, buah hati pasangan Kesuma Ramadhan dan  Ratih Rachmadona sedang masa pemulihan setelah operasi katarak, karena virus Rubella atau dikenal dengan Campak Jerman ini menyerang matanya.Selain mata, virus ini juga menganggu pendengaran bayi perempuan ini, juga ada lubang di luar jantungnya.

 

"Kami datang karena tahu ada Iftiyah yang mengidap Rubella. Makanya, saya selaku Ketua PKK Sumut mengajak mitra saya, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk menjenguk Iftiyah dan menanyakan masalah dan penyakit yang dideritanya," ujar Evi sembari menggendong bayi tersebut.

 

Evi meyakini tidak mudah menjadi Iftiyah terutama kedua orang tuanya yang harus sabar dan yakin akan ada jalan terbaik untuk cobaan ini."Kami akan bantu pemasangan alat bantu dengar yang dibutuhkan iftiyah, mudah-mudahan ada sedikit perhatian kami dari pemerintah untuk kesembuhan iftiyah. Mudah-mudahan diangkat penyakitnya oleh Allah, agar jadi anak yang soleha," ungkap Evi yang juga memberikan bantuan dana.

 

Ratih, ibu Iftiyah mengungkapkan kisah awal anak keduanya ini terkenal Rubella. "Iftiyah ini menderita Rubella Syndrom. Saat kehamilan, saya tidak menyadari terjangkit Rubbela. Setelah dia lahir, kemudian saya curiga dengan matanya, akhirnya dokter mendiagnosa Iftiyah terkenal katarak. Kami lakukan pemeriksaan lanjutan ke RSUP Haji Adam Malik dan hasilnya keluar Rubella. Juga terkena  tuli kongenital, terkena kelainan jantung juga," bebernya.

 

Saat ini, lanjut Ratih, mata Iftiyah setelah dioperasi, berat badannya juga sudah bertambah sembari persiapan untuk operasi jantung nanti."Telinganya juga akan dilakukan pemeriksaan nanti, apakah masih ada sisa kemampuan untuk mendengar agar bisa dipasang alat bantu dengar," lanjutnya.

 

Ratih menegaskan harapannya, agar ke depan pemerintah bisa proakif mensosialisasikan bahaya dan pencegahan terhadap virus ini."Untuk pemerintah yang paling penting penyediaan vaksin virus Rubella ini. Komunikasi ke ibu-ibu hamil, seperti saya yang tidak tahu, tidak kenal apa itu virus Rubella, hingga sampai terkena seperti ini. Jangan sampai ada ibu hamil lagi mengalami seperti saya dan berdampak ke bayinya," ungkapnya.

 

Ratih sendiri sempat membagikan pengalamannnya dari awal hamil hingga Iftiyah lahir dan terdampak virus Rubella di facebook.Dengan harapan, kaum ibu bisa mengambil pelajaran dan menjadi pengetahuan. "Saya tulis di Facebook, agar ibu-ibu kenal dengan virus Rubella, alhamdulillah banyak respon dari rekan-rekan jurnalis datang dan ibu serta bapak pada hari ini," bebernya.

 

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Sumut, Agustama mengatakan vaksin virus Rubella belum tersedia dan baru akan ada tahun depan.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah ada vaksinnya. Kami akan membantu fasilitasi untuk pemasangan alat dengar Iftiyah," tegasnya.

 

Agustama mengakui selama ini belum ada laporan soal Rubella. "Kalau menyerang orang dewasa tidak masalah. Tapi ketika menyerang ibu hamil akan berdampak. Untuk itu juga kami sarankan,  selalu diskusi sama dokter atau ke Puskesmas," ujarnya.

 

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Ramdeswati Pohan menjelaskan, pihaknya senang karena pemerintah Sumatera Utara mau merespon dengan cepat begitu, dirinya menceritakan kisah Iftiyah."Semoga Iftiyah bisa segera mendapatkan penanganan dan alat bantu dengar. Harapan kami, ke depan, sosialisasi tentang virus ini bisa lebih maksimal. Agar semua bisa mewaspadai," pungkasnya.

 

Sekadar memberitahu, Ratih dan Kesuma memang terkendala alat bantu dengar untuk bayinya yang lahir dengan berat 1,7 Kg atau masuk kategori Berat Badan lahir Rendah (BBLR) tersebut.Pasalnya, BPJS hanya menanggung Rp 1 juta, sementara harganya Rp10 juta untuk satu alat dan sepasang Rp20 juta.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kahiyang Ayu Lantik 32 Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Sumut

Peristiwa

Airin Rico Waas Dilantik Jadi Ketua TP PKK, Pembina Posyandu dan Ketua Dekranasda Kota Medan

Peristiwa

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Peristiwa

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan

Peristiwa

Kahiyang Ayu Dilantik Jadi Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Sumut

Peristiwa

Monitoring dan Evaluasi Perlombaan HKG PKK, Kahiyang Ayu Targetkan TP PKK Medan Raih Juara