Utusan Khusus Presiden bidang PBM Luncurkan Buku Hukum Perjanjian Internasional

Herman - Sabtu, 28 Januari 2017 12:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/3493_Utusan-Khusus-Presiden-bidang-PBM-Luncurkan-Buku-Hukum-Perjanjian-Internasional.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim RI – Malaysia Eddy Pratomo meluncurkan buku “Hukum Perjanjian Internasional” yang diterbitkan Gramedia, di Toko Buku Gramedia, Jl. Matraman Raya, Jakarta, Jumat (27/01/2017).Eddy menjelaskan, penerbitan buku “Hukum Perjanjian Internasional” ini merupakan sumbangan pemikirannya sebagai praktisi diplomat yang ingin menyandingkannya dari sisi akademisi.Ia menyebutkan, banyak sekali perjanjian-perjanjian internasional yang mengalami masalah saat akan diaplikasikan, karena dianggap masih belum menjadi Undang-Undang selama belum diratifikasi DPR.“Ini yang jadi masalah, kapan perjanjian internasional itu mengikat pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian internasional,” kata Eddy, seperti dilansir setkab.go.id.Utusan Khusus Presiden bidang PBM RI-Malaysia, yang meluncurkan bukunya sebagai hadiah perkawinannya yang ke-39 itu berharap peluncuran buku ini akan diikuti penerbitan buku-buku lainnya.“Ke depan mungkin buku terbitan berikutnya sudah nyambung antara sisi akademisi dan sisi praktisnya,” pungkas Eddy.Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam sambutan peluncuran buku tersebut mengaku merasa terhormat bisa hadir dalam acara peluncuran buku “Hukum Perjanjian Internasional” yang ditulis diplomat senior Eddy Pratomo.“Mas Eddy selain diplomat, juga juru runding, dan karirnya sangat bagus. Beliau pernah tugas di New York, Jenewa, London, dan Jerman. Saat ini sebagai Utusan Khusus Presiden,” puji Retno.Menurut Menlu, prinsip dan norma hukum yang dihasilkan melalui Perjanjian Internasional diperlukan untuk mengatur hubungan di antara negara-negara di dunia. Ia memuji sumbangsih Eddy Pratomo yang menyampaikan pengalaman sebagai diplomat praktik dalam kerangka pergulatan akademisi.“Saya mengimbau para diplomat yang masih aktif maupun para guru untuk menuliskan pengalamannya melalui buku, agar bisa dipelajari generasi penerus,” tutur Menlu.Tampak hadir dalam acara peluncuran buku tersebut Menlu Retno Marsudi, Menteri PANRB Asman Abnur, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, Wakil Menlu AM Fachir, para pejabat eselon I sejumlah Kementerian/Lembaga, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Menlu Hasan Wirayudha, dan guru besar hubungan internasional Hikmahanto Juwana.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung

Peristiwa

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Peristiwa

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Peristiwa

Pj Sekdaprov Sumut Harapkan Buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ Mendorong Lahirnya Cendekiawan Baru

Peristiwa

Menlu Berduka atas Wafatnya Diplomat Senior Hasjim Djalal: Kami Kehilangan