Ditemukan Luka Cambuk di Tubuh 3 Mahasiswa UII yang Meninggal Dunia Setelah Ikut Diksar Mapala

Herman - Kamis, 26 Januari 2017 15:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/3323_Ditemukan-Luka-Cambuk-di-Tubuh-3-Mahasiswa-UII-yang-Meninggal-Dunia-Setelah-Ikut-Diksar-Mapala.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Polres Karanganyar, Jawa Tengah, menduga tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang meninggal dunia saat mengikuti Diksar Mapala di Lereng Gunung Lawu disiksa dengan cambukan.Cambukan dilakukan dengan sebuah alat bernama ‘tali perusik’ atau ada yang menyebut rotan hingga ranting kayu.“Masih kita selidiki alat yang digunakan untuk mencambuk tiga korban dan peserta lainnya ini apa. Mereka menyebutnya tali perusik. Yang pasti para korban dan peserta diksar ini mengalami luka di sekujur tubuhnya,” terang Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak SIK MSi, Rabu (25/01/2017).Luka di sekujur tubuh para peserta Diksar tersebut diketahui setelah tim khusus (Timsus) Polres Karanganyar mendatangi Rumah Sakit RSUP Sardjito dan Bethesda Yogyakarta. Berdasarkan keterangan kedua rumah sakit, para korban mengalami luka hampir di seluruh tubuh. Mulai dari kepala, badan, tangan, hingga kaki.Timsus juga telah melayangkan surat permintaan visum et repertum (VER) luka, VER mayat, dan autopsi ke RSUP Sardjito Yogyakarta, RSUD Karanganyar, dan RS Bethesda Yogyakarta.“Hasil pemeriksaan itu diharapkan bisa menjadi titik terang untuk mengetahui penyebab kematian. Kita masih menunggu hasilnya dari ketiga rumah sakit tersebut. Dan nanti kita cocokkan dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan temuan di lapangan,” ungkap AKBP Ade Safri Simanjuntak, seperti dilansir tribratanews.com.Syaits meninggal setelah mengikuti acara pendidikan dasar (Diksar) The Great Camping XXXVII mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Indonesia (Mapala UII). Diksar dilaksanakan di lokasi camping Mrutu di Dukuh Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu Karanganyar pada Sabtu (14/01/2017) hingga Minggu (22/01/2017).Syaits meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada Sabtu (21/01/2017). Sebelumnya, Muhammad Fadhli (20) meninggal saat dibawa ke Puskesmas Tawangmangu pada Jumat (20/01/2017).Fadhli meninggal diduga karena Hipotermia. Puskesmas Tawangmangu menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan berdasarkan pemeriksaan luar tubuh korban.Satu lagi peserta Diksar meninggal pada Senin (23/01/2017), Ilham Nur Padmy setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Peristiwa

RSUP HAM Gagas Inovasi Kesehatan untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Peristiwa

Pemprov Sumut Optimis Program ILP Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Peristiwa

Penyebab Kematian Mahira Disimpulkan Bunuh Diri

Peristiwa

Hospital Mentoring Diharap Percepat Penurunan AKI-AKB

Peristiwa

Usut Kematian Siswi SD Karena Perundungan di Medan, Polisi Periksa 12 Saksi