Beritasumut.com-Para Biksu dan tokoh agama Budha se-Sumatera Utara (Sumut) diundang Polda Sumut di Aula Tribrata, Mapolda Sumut, Rabu (25/01/2017). Acara ini sebagai persiapan menyukseskan pelaksanaan perayaan tahun baru Imlek, akhir pekan ini. Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel diwakili Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto.Dalam amanat yang dibacakan Adhi Prawoto, Rycko menyampaikan, untuk pengamanan pelaksanaan tahun baru Imlek 2017 di wilayah Sumut, Polda Sumut akan melaksanakan Operasi Mandiri kewilayahan, yakni Operasi Liong Toba 2017, yang dibagi tiga tahap yaitu, tahap pertama, Imlek tanggal 28 Januari 2017. Pengamanan dilaksanakan mulai H-2 sampai H + 2. Tahap dua, yakni Cap Go Meh tanggal 12 Februari 2017 mendatang, yang pengamanannya dimulai H-1 sampai H+3 atau H+5.Sedangkan tahap III, Ceng Beng tanggal 4 April mendatang, pengamanannya digelar mulai H-3 sampai H+7. "Kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan perayaan Imlek 2568 tahun 2017 dan menjalin silaturahmi dan membangun kebhi-neka tunggalikaan agar tercipta rasa kekeluargaan, juga rasa cinta tanah air dan bangsa demi toleransi umat beragama. Semoga Perayaan Imlek tahun 2017 ini berjalan aman dan lancer serta sitkamtibmas wilayah Sumatera Utara selalu kondusif rukun dan damai," kata Rycko. Rycko menegaskan, hal ini sesuai dengan program Nawacita Presiden pada point ke-1, yakni menghadirkan kembali negara untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. "Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat secara proaktif akan memberikan pengamanan baik diminta oleh masyarakat maupun tidak diminta. Mobilisasi masyarakat pada hari Imlek tentu akan cukup tinggi, terutama di tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan jalur transportasi, baik darat, laut maupun udara. Sumatera Utara sebagai salah satu barometer keamanan di Indonesia yang penduduknya sangat heterogen," pungkasnya. (BS04)