Beritasumut.com-Terkait peristiwa pembunuhan berencana yang menewaskan pengusaha Airsoft gun bernama Indra Gunawan alias Kuna (45), pihak kepolisian telah menyelidiki seorang pengusaha tambang batubara. Siwaji Raja yang disebut-sebut sebagai pemberi dana untuk mengeksekusi Kuna, dianggap terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut. "Dari rangkaian pemeriksaan para tersangka yang sudah ditangkap dan alat bukti lainnya, mengakui Raja penyandang dana dengan menggunakan perantara orang lain, untuk menembak Kuna di tokonya Jalan Ahmad Yani, Kesawan Medan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Selasa (24/01/2016). Kapolrestabes Medan juga menegaskan, penangkapan kepada para tersangka pembunuh bayaran itu akan diproses secepatnya. Sehingga ada putusan dari pengadilan nantinya yang memberatkan para tersangka. Adapun pasal yang ditetapkan kepada penyandang dana tersebut, melanggar Pasal 338 Junto 340 KUHPidana tentang menghilangkan nyawa orang lain. Kombes Pol Sandi Nugroho juga memerintahkan kepada personel untuk menindak tegas para preman yang menggangu masyarakat Kota Medan. "Suasana aman dan nyaman untuk masyarakat harus dilakukan oleh personel dengan memberikan pelindungan hukum yang layak," ujarnya sembari menegaskan bahwa saat ini Raja telah mendekam di sel untuk proses penyelidikan. Terpisah, Kawida istri Indra Gunawan alias Kuna di kediamannya Jalan Bambu, Lingkungan VII, Dusun XII, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang mengatakan, pihak keluarga akan terus mendesak polisi untuk menerapkan pasal yang berat kepada para pelaku pembunuh bayaran yang telah membunuh suaminya. "Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya yang sudah merencanakan pembunuhan sadis di depan saya," bebernya. Oleh sebab itu, dirinya bersama keluarga besar Kuna akan mengawal proses hukum yang dilakukan oleh para tersangka di Polrestabes Medan. "Polisi sudah bekerja dengan baik dan saya memberikan apresiasi kepada Polda Sumut dan Kapolrestabes Medan yang langsung turun untuk membongkar jaringan pembunuh bayaran di Kota Medan," pungkasnya. (BS04)