Kesehatan Satu Bayi Korban Traficking di RSUD dr Pirngadi Belum Stabil

- Kamis, 19 Januari 2017 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/9314_Kesehatan-Satu-Bayi-Korban-Traficking-di-RSUD-dr-Pirngadi-Belum-Stabil.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Bayi korban traficking.
Beritasumut.com-Kondisi kesehatan satu dari empat bayi korban human traficking hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.Karena belum stabil, sehingga belum bisa diserahkan ke Dinas Sosial Kota Medan menyusul ketiga bayi yang sebelumnya sudah diserahkan beberapa waktu lalu.

 

Menurut dr Terapul Tarigan SpA (k), bayi itu menderita masalah motorik dan gizi. Karenanya, ia menyebutkan, banyak gerakan yang tidak bisa dilakukan oleh bayi berjenis kelamin perempuan tersebut."Nggak usahkan duduk, miring aja dia nggak bisa. Menegakkan kepalanya juga dia belum bisa. Motorik halus, motorik kasar dan bahasa dia tidak bisa. Kalau ditumbuh kembang, bisa juga dikatakan global developmental delay," ungkap dokter anak ini, Kamis (19/01/2017).

 

Terapul menjelaskan jika pihaknya harus melakukan pisioterapy sebanyak 3 kali seminggu pada bayi itu. Hal itu dilakukan untuk merangsang motoriknya, begitu juga guna melatih lidah bayi tersebut."Kita selalu berusaha membuat dia gembira. Makanya ada yang menggendong, ada yang mengajak ngobrol ada yang menyanyikan," terangnya.

 

Meski kesehatannya belum stabil, namun Terapul menyebutkan jika saat ini berat badan bayi itu sudah mulai naik. Bahkan bayi itu sudah terlihat lebih segar.Disebutnya juga, saat ini, bayi itu sudah mulai mau tersenyum bahkan tertawa. Begitu juga bayi itu sudah mau mengangkat kepalanya."Belakangan saya lihat, kalau ada suara agak keras, dia sudah merespon," ungkapnya.

 

Untuk jadwal penyerahan ke Dinas Sosial, dikatakan Terapul pihaknya menargetkan dilakukan sampai bayi itu bisa mengunyah makanan. Karena, jika bayi itu sudah bisa makan dari mulut dan tidak lagi mengenakan selang NGT, maka bayi itu sudah layak untuk diserahkan ke Dinas Sosial.

 

Sementara itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Efendi menyebutkan jika bayi itu masih membutuhkan sosok ibu. Oleh karena itu, dikatakan Edwin jika bayi tersebut harus diasuh secara khusus.

 

Begitu juga dengan pemantauan, disebut Edwin juga harus dilakukan secara khusus. Dikatakan Edwin, hal itu semata-mata untuk pertumbuhan yang baik terhadap bayi itu."Sejauh ini kita sedang melakukan pemulihan gizi pada bayi itu," ujarnya singkat.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Sidak ke Rumah Sakit dr Pirngadi

Peristiwa

Kantor Pengaduan Bencana Dinas Sosial Sumut Terbakar

Peristiwa

Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Peristiwa

Prajurit TNI Selamatkan Bayi Yang Dibuang Orang Tuanya

Peristiwa

Polrestabes Medan Ungkap Kasus Jual Beli Bayi, Empat Wanita Ditangkap