Walikota Medan Buka Dialog Kebudayaan Forkala

Herman - Kamis, 19 Januari 2017 12:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/5526_Walikota-Medan-Buka-Dialog-Kebudayaan-Forkala.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Drs Hasan Basri membuka dialog kebudayaan yang digelar Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan, di Medan Club, Rabu (18/01/2017).Dialog ini bertemakan "membincang Ulang Kebhinekaan" yang bertujuan untuk memperkuat kebhinekaan warga kota Medan. Hadir Kasdim 02/01 BS Letkol Inf Edison S Sinambutar Ketua MUI Kota Medan Prof Mohd Hatta, mewakili Kapolrestabes Medan, Kabag Agama Setda Kota Medan M Ilyas, Ketua BM3 Sumut dan Ketua Lembaga Adat Kesultanan Deli serta Ketua Lembaga adat lainnya. Dikatakan Hasan, beberapa ancaman yang dapat mengurangi rasa kebhinekaan beberapa tahun terakhir ini adalah terorisme, separatisme, korupsi, disentegrasi bangsa termasuk penyalahgunaan narkoba yang kian membahayakan. Artinya jika ini dibiarkan berkembang maka akan menuai kehancuran kebhinekaan NKRI."Untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan sebelum terlambat, untuk menjaga keberagaman kita menjadi anugerah yang mempersatukan anak bangsa, bukan malah mempersatu unsur pemecah bangsa," kata Hasan. Melalui forum ini Hasan menyampaikan beberapa pesan, pertama selaku warga Kota Medan kita memiliki hak dan kewajiban yang sama. Saya berharap kita semua dapat meleburkan perbedaan yang ada dan memunculkan persamaan. "Artinya walaupun berbeda kita dapat saling bertoleransi dan hidup berdampingan secara damai," jelasnya. Sementara itu Ketua Presidium Forkala Kota Medan, HT Yose Rizal dalam laporannya yang dibacakan Ketua panitia dr Delyuzr, mengatakan, keanekaragaman budaya menjadikan Kota Medan sebagai wadah dimana masyarakatnya harus membangun saling pengertian dan kerjasama agar tidak terjebak dalam nepotisme sempit atau kelompok yang hanya akan mengantar masyarakat menjadi statis, tertutup dan saling curiga. Untuk itu harus dibangun jembatan emas kebersamaan dan kebersahajaan di atas berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat."Atas kondisi plural Kota Medan ini, Forkala Kota Medan memandang penting untuk dilakukan upaya - upaya berkesinambungan dalam menjaga kedaulatan dan kebhinekaan dengan menggelar dialog ini," katanya. Adapun yang menjadi narasumber dalam dialog ini adalah Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso SE, Akademisi dari Fisip USU Dr Fikarwin Zuska dan Dewan Penasehat Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Halim Loe serta Praktisi Dr Ahmad Sabban Rajagukguk.(BS06)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Seminar Nasional “Nvidia Powers the World's Ai & Yours” di Universitas Sumatera Utara

Peristiwa

Seminar Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Bahan Obat dan Kosmetik di Pematangsiantar

Peristiwa

FGD Hasilkan Strategi Peningkatan Pendidikan, Pemprov Dukung PADU Implementasikan di Sumut

Peristiwa

Kaban Kesbangpol Hadiri Seminar Nasional FAHMI UMMI

Peristiwa

Pemko Sibolga Ikuti FGD Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan LAPOR

Peristiwa

Kadis Kominfo Sumut Ajak Mahasiswa Hindari Judi Online