Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan, penambahan kuota haji Indonesia tahun ini sebanyak 52.200 jemaah akan diprioritaskan untuk calon jemaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji. Karena itu, Menag meminta berharap jemaah yang sudah pernah berhaji untuk bisa berbesar hati memberikan kesempatan kepada sesama saudaranya yang belum berhaji.“Prioritas betul-betul ditujukan bagi yang belum berhaji sama sekali,” kata Menag usai menyampaikan sambutan pada acara Halaqah Ulama ‘Refleksi 33 tahun Khittah NU’ yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Kamis (12/01/2017).Pernyataan tersebut disampaikan Menag menanggapi pengembalian kuota haji Indonesia dari 168.800 jemaah menjadi 211.000 jemaah serta adanya tambahan kuota 10.000, sehingga total kuota jemaah haji Indonesia pada 2017 ini sebanyak 221.000 jemaah.Dilansir setkab.go.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/01/2017) sore, menyelenggarakan konperensi pers terkait keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yang mengembalikan kuota haji Indonesia ke angka yang normal, yaitu 211.000 jamaah.“Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk tahun 2017,” kata Presiden Jokowi.Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, menurut Presiden, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan pemberian tambahan kuota sebesar 10.000.“Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 dari 168.800 menjadi 221.000. Dengan demikian Indonesia memperoleh kenaikan sebesar 52.200,” ungkap Presiden Jokowi.(BS01)