Delapan Dubes Baru Negara Sahabat Apresiasi Peran Indonesia di Dunia

Herman - Kamis, 12 Januari 2017 16:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/9653_Delapan-Dubes-Baru-Negara-Sahabat-Apresiasi-Peran-Indonesia-di-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Delapan duta besar (Dubes) baru negara sahabat menilai, peran Indonesia yang sangat penting bagi kawasan dan dunia internasional. Beberapa Duta Besar secara spesifik menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi peran Indonesia di ASEAN dan di isu-isu yang terkait dengan humaniter terkait dengan isu di Rakhine, Myanmar.Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penyerahan surat-surat kepercayaan dari 8 (delapan) dubes baru negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/01/2017) siang.Para dubes baru negara sahabat itu juga memberikan apresiasi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang relatif lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia, dan mereka ingin meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dengan Indonesia.“Misalnya, Bangladesh secara spesifik terdapat keinginan yang sangat kuat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia karena Bangladesh penduduknya hampir 170 juta. Tahun lalu Indonesia sudah mengekspor 50 gerbong kereta api, tahun ini kita sedang berusaha untuk meningkatkan ekspor gerbong kereta api kita di sana,” kata Menlu seraya menambahkan, bahwa  Bangladesh juga memerlukan coal atau batu bara yang cukup banyak untuk mendukung industrinya.Dengan Perancis, menurut Menlu, dibicarakan mengenai kolaborasi dua negara dalam konteks konflik Palestina. Ia menegaskan, Indonesia mendukung inisiatif Perancis untuk melakukan International Peace Conference.“Saya sendiri hadir pada bulan Juni yang lalu dan Januri ini, tanggal 15 ada pertemuan yang kedua namun saya tidak bisa hadir sehingga nanti Wakil Menteri Luar Negeri yang akan hadir. Jadi, Indonesia bersama dengan Perancis dan bersama banyak negara bisa untuk mendukung International Peace Conference dalam konteks Palestina dan Israel,” jelas Menlu, seperti dilansir setkab.go.id.Adapun dengan Maroko, lanjut Menlu, dibicarakan bagaimana kedua negara bekerja sama untuk counter terorrism, bagaimana kbekerja sama untuk mempromosikan Islam yang moderat.Dengan Portugal, menurut Menlu, hubungan budaya kedua negara  cukup bagus. Ia menyebutkan, Portugal menginginkan kerja sama yang meningkat di bidang ekonomi karena mereka sudah dapat keluar dari krisis ekonomi mereka. Sehingga, potensi untuk meningkatkan kerja sama ekonomi semakin besar karena masalah ekonomi mereka sudah sangat membaik perkembangannya.Untuk Amerika Serikat, menurut Menlu, Presiden Jokowi menceritakan sudah menelpon Presiden Terpilih Donald Trump. Kemudian dibicarakan mengenai komitmen dari Amerika Serikat untuk meneruskan kerjasama komprehensif dengan Indonesia.“Secara spesifik Dubes Donovan juga mengapresiasi peran-peran yang dimainkan oleh Indonesia, baik di kawasan ASEAN maupun di dunia internasional,” terang Menlu.Dengan Mauritius, dibicarakan mengenai masalah IORA karena Mauritius adalah head dari sekretariat IORA (Indian Ocean Rim Association). Jadi sangat mendukung rencana KTT meeting IORA yang akan diketuai oleh Indonesia.Dengan Rwanda dibicarakan mengenai masalah perdagangan. Menurut Menlu, di tahun 2016 kemarin perdagangan Indonesia ke Rwanda itu naik 16 kali lipat. “Jadi ini merupakan suatu potensi yang besar yang ingin kita kelola. Penduduknya memang tidak begitu banya, 12 juta, tetapi kalau kita lihat trend perdagangannya sangat promising,” jelas Menlu.Kedepalan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Duntuk Republik Indonesia yang menyerahkan surat-surat kepercayaan adalah:1.Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar LBBP Republik Perancis untuk Republik Indonesia;2.Benabdellah Ouadîa, Duta Besar LBBP Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia;3.Rui Fernando Sucena Do Carmo, Duta Besar LBBP Republik Portugal untuk Republik Indonesia;4.Joseph R. Donovan Jr., Duta Besar LBBP Amerika Serikat untuk Republik Indonesia;5.Mayor Jenderal Azmal Kabir, Duta Besar LBBP Republik Rakyat Bangladesh untuk Republik Indonesia;6.Issop Patel, Duta Besar LBBP Republik Mauritius untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Kuala Lumpur (Malaysia);7.Guillaume Kavaruganda, Duta Besar LBBP Republik Rwanda untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Singapura; dan8.Tom D. Kijiner, Duta Besar LBBP Republik Kepulauan Marshall untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Tokyo (Jepang).Dalam upacara penyerahan Surat-surat Kepercayaan, satu per satu Duta Besar untuk Republik Indonesia tiba di Halaman Istana Merdeka dan dikumandangkan lagu kebangsaan masing-masing negara yang dibawakan oleh Marching Band Paspampres.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung

Peristiwa

Akhiri Kunjungan dengan Keakraban Hangat, Presiden Prabowo Lepas Presiden Erdogan Tinggalkan Indonesia

Peristiwa

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis

Peristiwa

RI Gandeng Australia Belajar Keamanan Siber

Peristiwa

Jajaki Kerja Sama dengan SUCOFINDO, Pj Gubernur Sumut Sebut Ini Kerja Sama yang Strategis

Peristiwa

Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia