Terkait Penggerebekan Penadah Kereta Curian, Poldasu Mendadak Heboh

- Rabu, 11 Januari 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/6588_Terkait-Penggerebekan-Penadah-Kereta-Curian--Poldasu-Mendadak-Heboh.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Poldasu.
Beritasumut.com-Salah seorang keluarga pelaku penyiram bensin terhadap petugas bernama Brika E Tambunan dalam penggerebekan gudang diduga penyimpanan kereta hasil curian pada Jumat (06/01/2017) lalu, tiba-tiba menjerit histeris.Kontan saja, aksi ini membuat suasana Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut yang mulanya tenang, mendadak menjadi heboh, Selasa (10/01/2017) siang. 

 

Sejumlah petugas berseragam dinas dan penyidik di Dit Reskrimum hingga pegawai harian lepas (PHL) serta PNS pun mengerumuni ruangan yang letaknya bersebelahan dengan ruang kerja Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Faisal Napitupulu, lantai 2.Bahkan, Faisal yang mendengar jeritan itu, langsung keluar dari ruang kerjanya menuju ruangan asal teriakan tersebut. Disinyalir, yang menjerit histeris itu merupakan orangtua perempuan dari Baik Mulia Sihombing (BMS).

 

Diduga Ibu itu merasa tak terima jika anaknya ditangkap Polda Sumut dan ditahan yang saat ini masih menjalani pemeriksaan. "Anakku oh anakku. Kenapa kau begini. Kok bisa ditangkap kau anakku," teriak ibu itu histeris yang kemudian pingsan tak sadarkan diri.

 

Faisal pun meminta agar penyidik membawa ibu itu keluar dari ruang penyidik dan menunggu di lantai dasar.Keluarga BMS yang berjumlah empat orang itu kemudian duduk di kursi yang disediakan di lantai dua tersebut. Saat duduk itu, ibu yang teriak histeris tersadar dan menuding kalau petugas gabungan Polda Sumut dan Polsek Medan Kota melakukan kekerasan terhadap anaknya.

 

Mendengar itu, Faisal tak terima. "Yang mana bagian tubuh anak ibu yang luka itu. Ada enggak? Coba tengok itu baik-baik," kata mantan Kapolsek Sunggal ini.

 

"Sudah kalian yang menyerang petugas sampai anggota aku dirawat di rumah sakit. Ibu jangan sembarangan ngomong, saya bisa laporan ibu atas laporan palsu. Mana PH-nya (Penasehat Hukum) ini, ada enggak," sambung Faisal.

 

Dia menambakan, dua orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Subdit III/Jatanras Polda Sumut berinisial DJS alias A dan DAS alias J masih dalam pengejaran. Kedua orang itu terduga pelaku yang turut menyiram bensin kepada Bripka Erik Tambunan. "Sedang kita buru itu," pungkas mantan Kasat Intelkam Polrestabes Medan.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap

Peristiwa

Polisi Tembak Dua Orang Komplotan Maling Motor di Jalan Sei Mencirim Deli Serdang

Peristiwa

Polisi Tembak Maling Motor di Kecamatan Medan Tuntungan

Peristiwa

Resmikan Revitalisasi Pasar Simalingkar, Walikota Medan : Pembangunan ini Konsep Kolaborasi Pemerintah dan Pedagang

Peristiwa

Polisi Tembak Kaki Maling Motor di Parkiran Tiara Convention Centre Medan

Peristiwa

Kepergok Tim Patroli, Pencuri Pagar Besi Ditangkap