Beritasumut.com-Penyidik satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Dairi, masih terus menelusuri penyebab tabrakan maut yang menewaskan satu keluarga sembilan orang, diantaranya balita.Tiga saksi telah diperiksa saat mobil Avanza bernopol BK 1568 KM, masuk ke kolam di pinggir jalan lintas Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul Dairi. “Sudah datang tim olah tempat kejadian dari Poldasu,” kata Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritonga melalui Kasat Lantas Polresta Dairi AKP L Marpaung, dilansir dari laman resmi tribratanewspoldasumut.com, Rabu (04/01/2017). Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Sedangkan tiga saksi yang diperiksa juga telah dilakukan. Ketiga saksi itu sebutnya, warga yang saat kejadian berada di warung tak jauh dari lokasi.“Ada tiga saksi sudah diperiksa yang berada di dalam warung,” kata Marpaung. Menurutnya, hasil dugaan sementara, sopir Lamsir Banjarnahor (32) yang tewas dalam kecelakaan tunggal itu, kelelahan. “Mungkin si sopir kelelahan, tapi itu hasil dugaan sementara ya,” katanya. Sedangkan ketiga saksi hanya sebatas mengetahui saat kejadian. “Nah, dari sanalah kita kesulitan mengungkapnya, apa yang sebenarnya telah terjadi?” lanjut Kobul lagi. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, tepat Selasa (03/01/2017) dinihari pada pukul 01.00 wib, para korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Marbun Tonga Dolok Bakkara. Kedatangan 9 jenazah korban yang masih satu berhubungan keluarga St Darwin Banjarnahor diwarnai isak tangis. Darwin Banjarnahor tak menyangka, kematian anak dan saudaranya terjadi sangat tragis. Tangis histeris keluarga dan kerabat pelayat pecah saat 9 korban dikeluarkan dari mobil ambulans menuju rumah duka jam 05.00 wib. Bahkan ratusan kerabat yang turut mendampingi keluarga tak dapat menahan tangisan saat empat ambulance pengantar jenazah tiba di Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja. Darwin menyebutkan kalau dirinya belum percaya atas musibah yang terjadi. Dia nyaris pingsan saat 9 jasad anggota keluarganya itu perlahan dikeluarkan dari mobil ambulans RSU Dairi. Namun dia segera dipapah kerabatnya sembari menangis histeris.Isak tangisnya juga membuat pelayat tak kuasa menahan air mata. “Aha dosakku Tuhan. Apa dosaku Tuhan sehingga begini nasib kami?” ujarnya. (BS04)