Pemprov Sumut Peringati Hari Ibu ke-88

Herman - Kamis, 29 Desember 2016 16:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/1566_Pemprov-Sumut-Peringati-Hari-Ibu-ke-88.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

Beritasumut.com-Peran perempuan Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.Oleh karenanya momentum peringatan hari ibu (PHI) yang setiap tahun digelar guna mengingatkan seluruh rakyat Indonesia khususnya generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan. Hal ini dikatakan Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi saat peringatan hari ibu yang digelar di Lapangan Apel Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (29/12/2016).Hadir dalam acara Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Sekdaprovsu H. Hasban Ritonga, Ketua BKOW Sumut Kemalawati, Ketua Dharma Wanita Samsiah Hasban Ritonga, Ketua Bayangkari Sumut, Ketua YPAI Ros Rahmadsyah, dan beberapa para bupati/wali kota se Sumut.Dikatakannya, Peringatan hari ibu juga diharapkan untuk mendorong semua pemangku untuk memberikan perhatian, pengakuan terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembanguan."Peringatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan," ujar Gubsu Erry.Dikatakan Gubsu saat ini terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor perubahan agent of change. Perempuan Indonesia sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang mulai dari lingkup keluarga, masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara."Perempuan dan laki-laki keduanya adalah partnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional," ujarnyaTema kesetaraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekeran terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan. Menurutnya, tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2016 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagaimana telah tercantum dalam RPJM 2015 - 2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salahsatu agenda nasional."Banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai perempuan Indonesia hingga saat ini. Namun tidak dipungkiri bahwa kondisi perempuan juga anak rentan dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif," ungkapnyaTema ini juga lanjutnya, memberikan Penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya berbagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dengan melibatkan semua komponen masyarakat."Pelibatan laki-laki sudah dideklarasikan dalam kampanye global " he for she" juga bagian yang diutamakan dalammewujudkan kesetaraan er," imbuhnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Plt Kabag Kesra Hadiri Pengajian Akbar Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Sebut Ibu Sebagai Sokoguru Bangsa Lahirkan Generasi Emas 2045

Peristiwa

Peringatan Hari Ibu Meriah, Kahiyang Ayu: Tidak Mudah Menjadi Seorang Ibu

Peristiwa

Peringati Hari Ibu di Lapas Perempuan, Pj Ketua PKK Sumut Borong Produk Warga Binaan

Peristiwa

Pj Bupati Langkat Dukung Peningkatan Peran Ibu Dalam Pembangunan Daerah

Peristiwa

Menyambut Hari Ibu, Pj Ketua TP PKK Sumut Ziarah ke TMP Bukit Barisan