Peringatan Hari Ibu

Menteri PPPA: Peran dan Kontribusi Perempuan Tidak Dapat Dipungkiri Lagi

Herman - Kamis, 22 Desember 2016 10:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/7913_Menteri-PPPA--Peran-dan-Kontribusi-Perempuan-Tidak-Dapat-Dipungkiri-Lagi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan, Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidupnya.“Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan Peringatan “Mother’s Day” di beberapa negara di dunia,” kata Yohana Yembise dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian PPPA Dr Wahyu Hartomo MSc pada upacara Peringatan Hari Ibu Kementerian/Lembaga di kawasan sekitar Istana Kepresidenan, di halaman Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Kamis (22/12/2016) pagi.Menurut Menteri PPPA, Hari Ibu di Indonesia dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.“Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu, baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Yohana sembari menambahkan, bahwa komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor: 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.Ditegaskan Menteri PPPA, Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya potensial yang menentukan keberhasilan pembangunan.Karena itu, Yohana meminta agar momentum Hari Ibu dijadikan sebagai refleksi dan renungan tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.  “Perjalanan panjang selama 88 tahun, telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki dalam menghadapi berbagai tantangan global dan multi dimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia,” ujarnya, seperti dilansir setkab.go.id.Peringatan Hari Ibu di era kekinian, lanjut Menteri PPPA, diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Plt Kabag Kesra Hadiri Pengajian Akbar Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Sebut Ibu Sebagai Sokoguru Bangsa Lahirkan Generasi Emas 2045

Peristiwa

Peringatan Hari Ibu Meriah, Kahiyang Ayu: Tidak Mudah Menjadi Seorang Ibu

Peristiwa

Peringati Hari Ibu di Lapas Perempuan, Pj Ketua PKK Sumut Borong Produk Warga Binaan

Peristiwa

Pj Bupati Langkat Dukung Peningkatan Peran Ibu Dalam Pembangunan Daerah

Peristiwa

Menyambut Hari Ibu, Pj Ketua TP PKK Sumut Ziarah ke TMP Bukit Barisan