Beritasumut.com-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menegaskan tidak ada keraguan untuk perang terhadap narkoba walau harus membunuh satu atau dua orang bandar narkoba.Budi menambahkan jika hingga hari ini lembaga Pemasyarakatan (Lapas) masih menjadi tempat peredaran narkoba sehingga dirinya memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas pegawai lapas yang terlibat peredaran narkoba didalam lapas. “Hingga hari ini, detik ini di Lapas masih terjadi peredaran narkoba. Saya perintahkan anggota untuk menindak tegas pegawai lapas yang terlibat peredaran narkoba karena mereka itu penghianat negara. Saya sudah berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Dirjen Lapas, pasti akan ada kejutan,” ujarnya dalam pelantikan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan, Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Sumatera Utara di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Selasa (20/12/2016). Hadir dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi serta rombongan, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Adhi Prawoto, Dir Narkoba Poldasu, Kapolres Deli Serdang AKBP Robert Da Costa, Kepala BNNK Deli Serdang AKBP Joko Susilo, FKPD, pimpinan SKPD serta tamu undangan lainnya. Menurut Budi Waseso, bandar dan pengedar narkoba adalah musuh negara. Oleh karena itu dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI agar menembak langsung bandar narkoba karena TNI-lah yang mempunyai kemampuan dan peralatan.“Bandar dan pengedar narkoba adalah musuh negara. Datanya ada sama BNN dan Polri, kalau datanya cocok TNI langsung tembak. Saya di BNN untuk selamatkan jiwa raga, senjata yang saya beli juga bias menembak anggota BNN yang menghianat,” kata Budi Waseso. Masih menurut Budi Waseso, rehabilitasi merupakan bentuk kegagalan pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Apalagi rehabilitasi tidak menjamin pengguna narkoba sembuh total. “Rehabilitasi bentuk kegagalan pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi tidak jaminan sembuh total dari penyalahgunaan narkoba karena sudah ada kerusakan di sel otak. Jaringan narkoba melibatkan Malaysia, Cina, Singapura dan 11 negara lainnya, semua narkoba diimpor hanya ganja di dalam negeri. BNN bekerjsama dengan TNI/Polri, BIN, Bea Cukai dan pihak terkait untuk menelusuri jaringan narkoba,” pungkasnya. (BS05)