Beritasumut.com-Peringatan HUT ke-XVII Darma Wanita Persatuan Tapanuli Tengah (DWP Tapteng) dirangkai dengan baksos pengobatan gratis dari Indonesia Association of Pathologist (IAPI) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumatera Utara yang dipimpin dr Ibnu dan rombongan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pandan, pertengahan pekan kemarin. Acara ini dihadiri oleh Pj Bupati Tapanuli Tengah Drs Bukit Tambunan MAP, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapteng Drs Hendri Susanto Lumbantobing MSi, sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tapteng, Gabungan Organisasi Wanita Tapteng, Tokoh Agama, serta seluruh Istri para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam DWP Tapteng dengan mengusung tema tahun ini adalah 'Penguatan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga'. Bukit Tambunan selaku Dewan Penasehat DWP Tapteng mengatakan bahwa Pengurus DWP Tapteng dapat melakukan evaluasi kritis tentang pelaksanaan program kerja organisasi, sehingga diperoleh informasi mana program yang sudah berjalan optimal, mana program yang masih perlu untuk ditingkatkan di masa mendatang.“Melalui momentum HUT Ke-XVII DWP, saya berharap organisasi dapat mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan bonus demografi, tantangan pemberlakukan MEA serta tantangan memperkuat peran kaum wanita,” ujarnya dilansir dari laman resmi tapteng.go.id, Minggu (18/12/2016). Ia mengajak segenap pengurus dan anggota DWP Tapteng, untuk terus melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat kepada semua pihak.“Saya juga meminta seluruh anggota DWP Tapteng dapat menjadi ibu, istri dan sosok anggota masyarakat yang dapat ditiru dan dijadikan pedoman oleh anak, suami maupun semua orang di sekelilingnya sebab kita membutuhkan banyak sosok panutan yang mampu menanamkan nilai-nilai moral di masyarakat kita,” katanya. Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Pemkab Tapteng Sopharina Togatorop yang juga Dewan Penasehat DWP Tapteng mengatakan akan mendukung pemerintah dengan program kerja untuk mensejahterakan anggota, keluarga dan masyarakat.Ini merupakan program-program berkelanjutan yang memiliki dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan anggota, keluarga dan masyarakat sekaligus meningkatkan peran serta perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan politik," jelasnya. Sopharina menambahkan bahwa kaum perempuan hendaknya kritis dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat dan memberikan kontribusi aktif dalam penyelesaian secara antisipatif.“Kita tak bisa tinggal diam melihat kemerosotan moral yang terjadi saat ini, seperti kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak, termasuk banyak sekali kasus kekerasan seksual terjadi terhadap anak-anak di bawah umur, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja,” pungkasnya. (BS03)